Sulawesi Utara Jadi Gerbang Data Global Menuju AS, Airlangga Hartarto Amankan Investasi Pusat Data Hebei!

Sulawesi Utara Jadi Gerbang Data Global Menuju AS, Airlangga Hartarto Amankan Investasi Pusat Data Hebei!

Pemerintah Indonesia dan Provinsi Hebei, China, memperdalam kerja sama rantai pasok industri dan pengembangan smart technology, termasuk kecerdasan artifisial (AI), di tengah meningkatnya arus investasi teknologi tinggi ke Asia Tenggara.

Komitmen itu mengemuka saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Hebei yang dipimpin Wakil Gubernur, Zhao Chenxin.

Airlangga menyoroti besarnya hubungan dagang Indonesia dan China yang kini menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia-China sepanjang 2024 mencapai lebih dari USD139 miliar atau setara sekitar Rp2.200 triliun, jauh melampaui perdagangan Indonesia dengan kawasan Eropa maupun Amerika Serikat.

“Volume perdagangan Indonesia dengan China saat ini mencapai tiga kali lipat dibandingkan total perdagangan dengan kawasan Eropa maupun Amerika Serikat. Ini menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara semakin strategis,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Airlangga menegaskan pemerintah saat ini fokus mendorong masuknya investasi asing karena memiliki efek pengganda besar terhadap ekonomi domestik, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan devisa hasil ekspor.

“Investasi tersebut diproyeksikan mampu memperluas ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta meningkatkan perolehan devisa negara melalui hasil produksinya,” ujar Airlangga.

Kerja sama tersebut dinilai sejalan dengan agenda hilirisasi nasional yang tengah dipercepat pemerintah, khususnya di sektor mineral strategis seperti nikel dan bauksit.

China selama ini menjadi salah satu investor terbesar dalam proyek hilirisasi Indonesia, terutama pada pengembangan smelter dan industri baterai kendaraan listrik.

Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi China ke Indonesia sepanjang 2024 mencapai sekitar USD8,1 miliar, menjadikan China sebagai investor terbesar kedua setelah Singapura.

READ  Poros Nikel Global: Airlangga Hartarto Resmikan Kerja Sama Strategis Indonesia-Filipina di KTT ASEAN

Sebagian besar investasi tersebut mengalir ke sektor logam dasar, kawasan industri, energi, dan manufaktur teknologi.

Sulawesi Utara Sebagai Hub Konektivitas Data Global

Dalam pertemuan itu, Airlangga juga menawarkan pengembangan kawasan ekonomi strategis berbasis teknologi tinggi, termasuk pengembangan smart technology dan AI di Indonesia.

Salah satu poin yang menjadi sorotan yakni potensi Sulawesi Utara sebagai gerbang konektivitas data internasional.

Pemerintah menilai wilayah Indonesia Timur memiliki posisi geografis strategis karena terkoneksi langsung dengan jaringan kabel bawah laut global menuju Amerika Serikat dan kawasan Asia Pasifik.

“Sulawesi Utara sangat prospektif untuk pengembangan pusat data karena memiliki konektivitas langsung dengan jaringan transmisi global menuju AS sehingga efisien untuk akses data lintas negara,” kata Airlangga.

Langkah tersebut menjadi sinyal baru bahwa pemerintah mulai memperluas strategi hilirisasi tidak hanya pada sektor sumber daya alam, tetapi juga menuju ekonomi digital dan infrastruktur data.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang mulai menjadi tujuan investasi pusat data seiring melonjaknya kebutuhan cloud computing, AI, dan layanan digital.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia dapat mencapai USD146 miliar pada 2025, terbesar di Asia Tenggara.

Sementara itu, kebutuhan kapasitas pusat data nasional juga terus meningkat seiring pertumbuhan pengguna internet yang telah menembus lebih dari 221 juta pengguna berdasarkan data APJII.

Wakil Gubernur Hebei, Zhao Chenxin menyambut, positif tawaran kerja sama tersebut. Ia mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dalam menciptakan iklim investasi yang dinilai semakin kompetitif melalui reformasi regulasi dan pengembangan kawasan industri.

“Kami akan mendorong partisipasi aktif para pengusaha Hebei untuk memperluas ekspansi bisnis di Indonesia,” ujar Zhao.

READ  Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN ke-48, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Dorong Ketahanan Energi Regional

Hebei sendiri dikenal sebagai salah satu pusat industri manufaktur dan teknologi di China Utara. Provinsi tersebut dalam beberapa tahun terakhir aktif mengembangkan industri berbasis AI, otomasi industri, hingga smart manufacturing sebagai bagian dari transformasi industri China.

Pemerintah Hebei juga menyatakan akan segera menyampaikan peluang investasi tersebut kepada komunitas bisnis di China agar dapat ditindaklanjuti secara konkret.

Selain pengembangan industri teknologi tinggi, kedua pihak turut membahas penguatan efisiensi logistik melalui pengembangan jalur pelayaran langsung atau shipping line.

Menurut Airlangga, efisiensi logistik menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri dan rantai pasok Indonesia di tengah perlambatan perdagangan global.

Bank Dunia sebelumnya mencatat biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 14% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara ASEAN lainnya.

Pemerintah berharap penguatan konektivitas pelayaran dengan China dapat memangkas biaya distribusi dan mempercepat arus barang ekspor-impor.

Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk menjaga komunikasi intensif guna mempercepat realisasi kerja sama investasi dan pengembangan industri berbasis teknologi di Indonesia.

CATEGORIES
TAGS
Share This