Airlangga Hartarto Ungkap Investasi Hilirisasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Airlangga Hartarto Ungkap Investasi Hilirisasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan capaian luar biasa dari program hilirisasi yang dijalankan pemerintah. Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi di sektor hilirisasi pada kuartal I tahun 2026 sukses menembus angka fantastis, yakni sebesar Rp498,79 triliun.

Airlangga menyebutkan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 7,22 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Yang lebih menggembirakan, lonjakan investasi ini berbanding lurus dengan pembukaan lapangan kerja secara masif di tanah air.

“Dari sisi serapan tenaga kerja, angkanya mencapai 706 ribu orang, dengan kenaikan 18,93 persen (yoy). Investasi di sektor hilirisasi terus berkembang, sementara masuknya berbagai perusahaan hyperscaler global semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital dan data center regional,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/06/2026).

Menjaga Daya Beli dan Stabilitas Rupiah Di tengah dinamika global, Ketua Umum Partai Golkar periode 2017-2024 ini menegaskan bahwa pemerintah konsisten menerapkan kebijakan fiskal yang prudent (hati-hati) namun tetap bersifat countercyclical. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, ditambah dengan reformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran.

Guna meredam volatilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga stabilitas sektor eksternal, Airlangga memastikan bahwa pemerintah mengambil langkah tegas berupa kebijakan retensi 100 persen Devisa Hasil Ekspor (DHE) sektor nonmigas di dalam negeri selama 12 bulan.

“Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) juga terus memperluas implementasi Local Currency Transaction (LCT) untuk mengurangi risiko volatilitas nilai tukar. Koordinasi erat antara pemerintah, OJK, dan BI di KSSK terus diperkuat guna menjaga kepercayaan pasar,” papar Airlangga.

Target Pertumbuhan 6,5% dan Satgas Investasi Menatap ke depan, Airlangga menyuarakan optimisme yang tinggi terhadap momentum penguatan ekonomi nasional. Kerangka ekonomi makro pada tahun 2026 menargetkan pertumbuhan sebesar 5,4 persen, yang didorong oleh sektor prioritas seperti pertanian, manufaktur, energi, dan digital.

READ  Wamendag Dyah Roro Esti Ajak Pemda Manfaatkan Dashboard Ekspor demi Genjot Surplus Perdagangan

Sementara itu, untuk tahun 2027, pemerintah menargetkan lompatan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen dengan tetap menjaga kedisiplinan fiskal. Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dikunci ketat di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Guna merealisasikan target-target ambisius tersebut, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk tim khusus untuk memangkas hambatan birokrasi di lapangan.

“Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan Iklim Investasi. Langkah awal yang sudah membuahkan hasil meliputi penyederhanaan persetujuan impor, standardisasi proses perizinan usaha, dan percepatan proyek investasi strategis,” pungkas Menko Airlangga.

CATEGORIES
TAGS
Share This