
Strategi Agresif Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Genjot Lifting Minyak: Insentif hingga Ancaman Cabut Konsesi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan strategi agresif untuk meningkatkan produksi minyak nasional (lifting) yang terus mengalami penurunan.
Langkah ini mencakup pemberian insentif fiskal hingga ancaman pencabutan konsesi terhadap kontraktor yang dinilai lambat mengoptimalkan wilayah kerja.
Masalah Utama: Ribuan Sumur Tidak Optimal
Pemerintah menemukan sekitar 39.600 sumur migas yang dikuasai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), namun belum dimaksimalkan produksinya.
“Kalau ada masalah, pasti ada peluang. Ternyata banyak sumur kita belum optimal,” ujar Bahlil.
Sebagian besar masalah berasal dari:
- 80% sumur tua peninggalan kolonial
- 300+ wilayah kerja sudah punya POD tapi belum dieksekusi
Solusi: Teknologi dan Insentif
Pemerintah mendorong penggunaan teknologi seperti:
- Enhanced Oil Recovery (EOR)
Untuk menarik investasi, disiapkan:
- Skema IRR fleksibel 13–17%
Langkah ini ditujukan agar proyek tetap ekonomis meski butuh investasi besar.
Ancaman Tegas untuk KKKS
Selain insentif, pemerintah juga menyiapkan langkah keras:
- Pencabutan konsesi bagi proyek mangkrak
- Evaluasi wilayah kerja tidak produktif
“Harus berani ambil keputusan agar tidak berhenti di atas kertas,” tegasnya.
Koordinasi dengan Presiden
Strategi ini telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Lelang 120 Wilayah Migas Baru
Untuk jangka panjang, pemerintah menyiapkan:
- Lelang 120+ wilayah kerja migas baru
Langkah ini bertujuan:
- Meningkatkan produksi nasional
- Mengurangi impor energi

