
Nurul Arifin Apresiasi Langkah Komdigi Tangani Konten Amien Rais, Dinilai Proporsional Jaga Ruang Digital
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital dalam menangani polemik video pernyataan Amien Rais yang dinilai mengandung unsur fitnah dan ujaran kebencian.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Komdigi menunjukkan keseimbangan antara penegakan aturan dan menjaga kebebasan berekspresi.
Langkah Komdigi Dinilai Tepat dan Proporsional
Nurul menilai keputusan Komdigi untuk menurunkan (take down) konten tanpa langsung membawa kasus ke ranah hukum merupakan langkah yang tepat.
Ia menyebut pendekatan administratif lebih relevan dalam menjaga stabilitas ruang digital tanpa menciptakan ketegangan berlebihan.
“Langkah Komdigi sudah tepat… penting untuk menjaga ruang publik digital tetap kondusif tanpa harus langsung melakukan kriminalisasi,” ujarnya.
Keputusan ini juga mencerminkan kepemimpinan Meutya Hafid yang dinilai mampu menyeimbangkan regulasi dan iklim demokrasi.
Kebebasan Berpendapat Harus Disertai Tanggung Jawab
Lebih lanjut, Nurul menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh disalahgunakan, terutama oleh tokoh publik.
Menurutnya, setiap pernyataan harus dapat dipertanggungjawabkan agar tidak berkembang menjadi disinformasi atau fitnah.
Ia juga mengingatkan bahwa ruang digital yang sehat hanya bisa tercipta jika seluruh pihak memiliki kesadaran kolektif dalam menyampaikan informasi.
Kualitas Demokrasi Bergantung pada Diskursus Publik
Sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Nurul menekankan pentingnya diskursus politik yang berbasis data dan substansi.
Ia mengingatkan bahwa penyebaran narasi tanpa verifikasi dapat menurunkan kualitas demokrasi dan memicu polarisasi di masyarakat.
Imbauan untuk Bijak di Ruang Digital
Nurul Arifin mengajak seluruh masyarakat, termasuk politisi, untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital.
Menurutnya, menjaga kualitas informasi merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan ekosistem digital yang sehat dan konstruktif.
Langkah Komdigi dalam menangani konten kontroversial dinilai sebagai pendekatan moderat yang efektif. Apresiasi dari Nurul Arifin menunjukkan pentingnya kebijakan yang tidak hanya tegas, tetapi juga mempertimbangkan stabilitas demokrasi.

