Loading Now

Soal Kendaraan Hidrogen, Airlangga Hartarto: Trendnya Masih Lama

Soal Kendaraan Hidrogen, Airlangga Hartarto: Trendnya Masih Lama

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mengatakan, kendaraan hidrogen atau fuel cell electric vehicle masih lama untuk bisa berkembang di Indonesia.

“Hidrogen itu masih lama karena kita mesti punya sumber energinya. Sumber energi harus hijau atau green,” ujar Airlangga di pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Meski demikian Airlangga mengatakan, pemerintah berusaha terus membentuk ekosistem kendaraan hidrogen salah satunya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA terbesar di Indonesia, dengan kapasitas listrik terpasang mencapai 9 ribu MW.

“Jadi salah satunya melalui PLTA (hydro power) yang sekarang di Kalimantan dua-duanya sedang dalam proses detail enggineering design dan juga amdal (analisis dampak lingkungan),” kata Airlangga.

Tanpa merinci lebih jauh, Airlangga pengembangan kendaraan hidrogen merupakan salah satu upaya menuju era netralitas karbon pada 2060 mendatang. Di sisi lain langkah terkait terbukti dari kehadiran Stasiun Pengisian Hidrogen oleh pihak PT PLN dan terjalinnya kerja sama antara PT Pertamina dengan Toyota Indonesia untuk percepatan mobil hidrogen.

Meski demikian, adopsi kendaraan hidrogen untuk alat transportasi di RI, masih membutuhkan waktu. Sebab industri pendukung dan pemasoknya belum ada berbeda dengan mobil listrik yang mana penjualannya sudah baik di dunia.

Kemudian dalam rentang waktu yang sudah direncanakan pemerintah dan lembaga atau badan, akan dilihat pula kesiapan para pemasok atau supply chain di dalam negeri untuk mendukung kendaraan hidrogen. Saat ini mobil dengan bahan bakar hidrogen yang sudah dipasarkan di dunia saat ini hanya ada tidak model dari tiga pabrikan yang berbeda, yakni Toyota Mirai, Hyundai Nexo, dan Honda Clarity.

Namun, Honda Clarity sudah disetop penjualannya dan menyisakan Mirai dan Nexo. Soal harga saat ini, Mirai dipasarkan di Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Banderolnya mulai 49.500 dolar AS hingga 66.000 dolar AS, atau sekitar Rp 773 jutaan hingga Rp 1 miliaran. (sumber)

Share this content: