
Perputaran Uang Tembus Rp300 Triliun! Maman Abdurrahman Bongkar Berkah MBG Buat 57 Ribu UMKM
JAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, membeberkan fakta menggembirakan terkait implementasi program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, sebanyak 57.600 UMKM telah terserap dan terlibat langsung sebagai pemasok utama dalam rantai pasok program raksasa tersebut.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (18/05/2026), Maman menegaskan bahwa program MBG telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar program pemenuhan gizi anak bangsa, melainkan menjadi motor penggerak ekonomi riil di tingkat daerah.
“Ini menjadi bukti bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi di tingkat daerah secara masif,” ujar Maman Abdurrahman, dikutip dari Antaranews.
Ekosistem Raksasa: Libatkan Koperasi Hingga BUMDes Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini memaparkan bahwa ekosistem MBG sangat luas. Selain puluhan ribu UMKM, rantai pasok ini juga melibatkan sekitar 12.000 koperasi, 1.358 BUMDes, serta total sekitar 64.000 pemasok dari berbagai lini. Hebatnya lagi, 662 Koperasi Desa Merah Putih turut ambil bagian dalam ekosistem ini.
Jenis barang yang disuplai oleh para pelaku usaha mikro pun sangat beragam. Mulai dari bahan baku kering seperti minyak goreng, tepung, dan kecap; bahan segar seperti beras, telur, ayam, sayur, dan buah; hingga kebutuhan operasional dapur (SPPG) seperti sabun cuci, air bersih, dan gas LPG.
Klarifikasi Kepemilikan Dapur MBG Dalam kesempatan tersebut, Maman juga meluruskan kritik dari sejumlah pihak yang menyoroti bahwa pemilik dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) umumnya dikuasai oleh pengusaha menengah, bukan usaha mikro.
Maman menjelaskan, pembangunan dapur sentral membutuhkan modal investasi awal yang sangat besar. Oleh karena itu, beban finansial tersebut tidak mungkin dipaksakan kepada pelaku usaha mikro atau kecil.
“Saya selalu sampaikan, kenapa yang membangun dapur rata-rata pengusaha menengah? Karena memang secara kemampuan finansial tidak mungkin diserahkan kepada usaha mikro atau usaha kecil,” terang Maman dengan logis.
Fokus pada Rantai Pasok dan Perputaran Rp300 Triliun Bagi Maman, yang terpenting saat ini bukanlah siapa pemilik dapurnya, melainkan memastikan bahwa seluruh kebutuhan operasional dan bahan pangan dapur tersebut disuplai oleh petani, peternak, dan UMKM lokal.
“Yang justru harus disoroti adalah apakah keterlibatan usaha mikro dan kecil dalam rantai pasok itu sudah dibuka seluas-luasnya,” tegasnya.
Maman menyadari pelaksanaan program MBG di lapangan masih memerlukan evaluasi dan perbaikan. Namun, ia mengajak publik untuk melihat visi besar dari program ini. Dengan estimasi perputaran dana yang diproyeksikan mencapai Rp300 triliun pada tahun 2026, MBG berpotensi menjadi ekosistem ekonomi baru yang akan mendongkrak kesejahteraan rakyat kecil di seluruh pelosok Nusantara.

