Loading Now

Jubir TKN, Puteri Komarudin Dorong Generasi Muda Jadikan Prabowo-Gibran Role Model Politik

Jubir TKN, Puteri Komarudin Dorong Generasi Muda Jadikan Prabowo-Gibran Role Model Politik

Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Puteri Komarudin mendorong anak muda untuk semakin melek politik. Bahkan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar (FPG) ini sangat concern bagi tumbuhnya kesadaran politik bagi teman-teman yang masih muda untuk berani menjadi anggota parlemen.

“Menurut saya, Pemilu 2024 ini adalah sebuah arena dan momentum anak muda speak up atas ide dan gagasan cemerlang untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045. Karena memang suara kita (anak muda-red) sangat dibutuhkan di situ untuk menentukan masa depan bangsa ini,” ujar Puteri saat menjadi narasumber dalam Diskusi Sapa Tahun Baru 2024: Selamat Datang Pemilu di Kompas TV, Minggu (31/12/2023).

Puteri Komarudin yang saat ini kembali maju menjadi Caleg DPR RI Dapil Jabar VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta) Nomor Urut 1, Pemilu 2024-2029, mengaku dirinya sejak dulu memang sudah tidak asing dengan politik.

Ia dari awal tumbuh besar dalam keluarga yang berlatar belakang politik karena Ayahnya, Ade Komarudin dikenal sebagai Politisi Senior Golkar, anggota legislatif 4 periode, dan Ketua DPR RI dan sebelumnya adalah aktivis pergerakan di Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI).

“Jadi memang dorongan untuk menjadi pelayan masyarakat sebagai pengejawantahan politik itu, rasanya sudah mendarah daging bagi keluarga besar saya,” ungkap Puteri.

Srikandi Milenial Beringin ini mengaku sejak kecil sudah terbiasa berorganisasi dan sering mengikuti perjalanan aktivitas ayahnya Kang Akom (sapaan akrab Ade Komarudin) di organisasi dan ibundanya Netty Marliza yang juga juga aktif di KAHMI, AMPI, Soksi dan tentu Partai Golkar sebagai saluran perjuangan politik keluarga ini.

“Sampai akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke OJK RI selepas graduate dari University of Melbourne
sebelum menjadi Caleg DPR RI 2019-2024) dari Dapilnya Papah karena beliau kan sakit. Dari situ saya juga melihat kalau di DPR itu akan lebih efektif jika berjuang ketimbang sebagai profesional di lembaga negara sekali pun. Ini karena luas pengabdian dan perjuangan menyangkut hajat hidup rakyat semesta. Karena kita bisa membuat Undang-undang, ikut menyusun anggaran bersama pemerintah. Terus kalau ada kurang efektif di lapangan kita bisa menyuarakan itu dalam fungsi pengawasan atau fungsi kontrol,” beber Legislator Senayan di Komisi Keuangan dan Perbankan ini.

“Maka akhirnya saya pada saat itu berhenti dari lembaga tersebut dan memutuskan menjadi newcomer caleg pusat pada 2019. Alhamdulillah, Allah SWT berkehendak karena doa papa, mama, adik, dan keluarga besar serta dukungan rakyat yang mencintai papa, akhirnya saya terpilih di Dapil Jawa Barat 7,” imbuhnya.

Terpilih menjadi Anggota DPR RI, tidak hanya membuat gembira, bahagia, bercampur haru, Puteri sangat bersyukur ditempatkan di Komisi XI. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, kata dia, banyak andil memberikan kepercayaan kepadanya yang tergolong milenial, perempuan, dan sebagai pendatang baru di DPR untuk tetap duduk di Komisi XI sesuai passionnya.

Komisi XI yang merupakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR RI ini dalam tupoksinya berkaitan dengan persoalan fiskal dan moneter yang bermitra kerja dengan Kementerian Keuangan, BI, OJK, LPSI, Pasar Modal, PPATK dan perbankan.

Dengan begitu, ditempatkan di komisi tersebut, Puteri sangat senang karena ini menjadi ladang pengabdian dan perjuangan yang sesungguhnya baginya sesuai dengan kompetensi dan pengalamannya saat bekerja di OJK maupun pengalaman mengikuti jejak langkah ayahandanya, Ade Komarudin yang malang melintang dan kenyang pengalaman di komisi ini.

“Karena memang saya juga tahu latar belakangnya, disamping dari pendidikan yang saya geluti dan juga saat bekerja di OJK ruang lingkupnya juga di bidang keuangan dan perbankan. Sehingga sangat matching ketika saya bertugas di komisi ini,” tuturnya.

Puteri juga menyebutkan selama dirinya ditugaskan oleh Partai, telah banyak achievement yang diperoleh di Komisi XI dengan lebih produktif. Di sisi legislasi, Komisi XI sudah menelurkan 4 Undang-undang, 3 diantaranya adalah UU Omnibus, Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.

“Jadi saya sebagai Anggota Parlemen Pusat yang sudah 4,5 tahun ini mengemban amanah masyarakat, sangat mendorong teman-teman yang masih muda untuk berani mengambil langkah progresif terjun di politik. Karena memang potensi suara kita sangat dibutuhkan di situ yang juga menjadi penentu masa depan Indonesia ke depan,” tegas Puteri yang juga Anggota BKSAP DPR RI ini.

Karena kata dia, kalau kita bisa membuat dan menyusun Undang- undang, hal itu tidak saja akan bermanfaat bagi masyarakat di seluruh Indonesia saat sekarang tapi juga akan memberi manfaat rakyat yang akan datang.di tahun-tahun mendatang.

“Jadi kalau kita misalnya selalu bergerak di bidang aktivitas di lingkup ekosistem kita saja. Mungkin yang kita layani hanya sekedar organisasi kita saja atau masyarakat di sekitar konstituen itu saja. Tapi kalau duduk di DPR, insya Allah kita bisa melayani ratusan juta masyarakat Indonesia yang benar-benar membutuhkan peran kita sebagai anggota parlemen terkait misalnya dengan perlindungan hukum, afirmasi kepada hak-hak sebagai WNi sesuai dengan isi UUD 1945 dan sebagainya,” urainya.

Karena itu, Ketua DPP Partai Golkar ini juga mendorong semua pihak, terutama caleg muda untuk membuktikan bahwa generasi muda saat ini tidak jauh dari kehidupan politik. Dan dalam melakukan proses berpolitik serta menjadi anggota DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten/ Kota, kelak akan bermanfaat bagi masyarakat.

Optimalkan Media Mainstream dan Medsos

Bagaimana cara Puteri menyampaikan kinerjanya di dewan kepada masyarakat. Hal ini juga sangat menarik untuk diketahui publik. Anggota Biro Perempuan Parlemen IPU (Organisasi Parlemen Dunia) ini memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk memberitakan terkait kinerja positif selama bertugas di DPR RI

“Jadi saat menjadi anggota dewan saya mencoba transparansi dan akuntabel kepada konstituen saya dan masyarakat luas guna melaporkan terkait kinerja saya selama ini di parlemen. Berapa program yang telah kita delivered ke dapil saya di tiga kabupaten, baik Bekasi, Karawang, maupun Purwakarta juga berapa tingkat kehadiran saya selama mengikuti sidang-sidang di Komisi, Badan di DPR RI, di Fraksi, Pleno dan Paripurna, kunjungan kerja (kunker) dan pemanfaatan waktu reses. Semuanya terdokumentasi dan terecord dengan cukup rapi, baik yang disampaikan ke publik lewat media mainstream maupun medsos. Apa itu Facebook, Instagram, TikTok, YouTube dan Twitter,” urainya.

Hal ini untuk menepis beberapa anggapan yang keliru bahwa anggota DPR itu magabut alias makan gaji buta. “Nah disitu saya laporkan secara berkala dan kontinyu agar konstituen maupun masyarakat luas tahu dan bisa ikut memberikan kritik, saran, masukan sebagai bagian partisipasi publik di politik dengan berinteraksi langsung kepada wakil rakyatnya,” ucap Puteri.

Termasuk yang detail terkait aktivitasnya maupun berhubungan dengan kondisi dirinya sebagai calon ibu saat itu yang akan melakukan persalinan juga sedikit banyak berpengaruh terhadap kinerjanya di Dewan.

“Saat saya tidak masuk kantor karena cuti melahirkan pun, saya sampaikan juga di media sosial dengan bahasa yang sesuai dengan orang-orang yang mengikuti media sosial saya. Jadi komunikasi itu kan dua arah dan harus nyambung dengan target yang mau ajak komunikasi,” beber Puteri.

Maka sekali lagi harapan Ketua Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia (KPPI) ini kepada anak muda Indonesia agar bisa terbuka dengan dinamika politik. Dan ini jalur yang bisa membuat kebaikan buat semua orang.

“Kalau bukan jadi anggota DPR, belum tentu juga selama masa Covid, saya bisa menyalurkan puluhan ribu sembako untuk masyarakat kurang mampu di dapil saya. Atau misalnya bisa buka akses ke pupuk subsidi yang memang sangat langka di daerah saya, daerah pertanian. Atau membina ratusan UMKM, yang alhamdulillah sudah ada yang naik kelas bisa jadi eksportir. Jadi dengan menjadi anggota DPR, Insya Allah itu akan bisa membawa kebaikan kepada semua orang, kalau niat kita baik dari awal,” tandas Puteri yang juga akrab disapa Putkom ini.

Momentum Pilpres 2024

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024-2029, Puteri Komarudin dipercaya sebagai Juru Bicara Paslon Nomor 2: Prabowo-Gibran. Menurut Puteri, antara Prabowo dengan Gibran merupakan pertemuan antara dua generasi yang bakal menjadi pemimpin masa depan Indonesia dengan tingkat kemajuan bangsa yang melompat tinggi.

Insya Allah, kata Putkom, jika Tuhan berkehendak Prabowo-Gibran menjadi Presiden dan Wapres, Indonesia akan terhindar terjadinya middle income. Yakni suatu keadaan ketika negara berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah tetapi tidak dapat keluar dari tingkatan tersebut untuk menjadi negara maju.

“Jadi sudah sangat tepat Paslon nomor 2 ini. Pak Prabowo yang sudah sangat senior dan berpengalaman dalam dinamika politik Indonesia. Sedangkan Mas Gibran adalah representasi dari 56 persen pemegang suara di 2024. Jadi karena Pak Prabowo sudah memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk bersama berjuang dengannya guna melanjutkan legacy baik yang ditorehkan oleh Presiden Jokowi, maka momentum ini harus dijaga dan dimenangkan dalam kompetisi Pilpres 2024.

Menjadikan Mas Gibran sebagai Cawapres Pak Prabowo bukan sekedar gimmick atau bahan jualan belaka. Tapi memiliki nilai strategis bagi masa depan bangsa Indonesia. Saya yakin keduanya akan bisa benar-benar mendorong keberlanjutan dari Pemerintahan Pak Jokowi yang landasannya sudah sangat bagus dengan percepatan dan juga penyempurnaan selama ini. Yang Insya Allah akan membawa kita menuju Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (sumber)