
Sambut Putusan MK soal Kuota 30 Persen, Ranny Fahd Arafiq Pastikan Golkar Siap Tempur
Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) memberikan apresiasi tinggi terhadap putusan monumental Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan kewajiban pemenuhan kuota $30\%$ keterwakilan perempuan dalam daftar calon legislatif peserta pemilu. Putusan ini dianggap sebagai penguat arah demokrasi Indonesia yang lebih inklusif.
Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu PP KPPG periode 2024–2029, Ranny Fahd Arafiq, memastikan Partai Golkar menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa Partai Golkar secara organisatoris telah siap menjalankan aturan ini tanpa keraguan sedikit pun.
“Partai Golkar adalah partai yang tegak lurus pada konstitusi dan hukum yang berlaku. Kami di PP KPPG sangat mengapresiasi dan menyambut positif ketegasan Mahkamah Konstitusi ini. Bagi kami, aturan ini sama sekali bukan beban, melainkan dorongan moral untuk lebih serius memberikan ruang bagi kader-kader perempuan terbaik bangsa,” ujar Ranny Fahd Arafiq, Kamis (28/05/2026). Dikutip dari Golkarpedia.
Golkar Sudah Bergerak Preventif Menghadapi aturan ketat dari MK yang menyertakan sanksi diskualifikasi bagi parpol yang tidak patuh, Ranny memastikan internal Partai Golkar dalam kondisi sangat tenang dan siap. Ia menjelaskan bahwa Golkar tidak pernah menganggap kuota perempuan sebagai formalitas administratif semata.
Menurut Ranny, mesin partai telah bergerak secara preventif melalui program kaderisasi yang masif dan terstruktur jauh sebelum aturan ini diperketat. Hasilnya, saat ini Golkar memiliki stok caleg perempuan yang mumpuni secara kompetensi, berintegritas tinggi, dan memiliki elektabilitas yang kuat untuk bertarung di berbagai daerah pemilihan (dapil).
“Sebagai Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu PP KPPG, saya pastikan paradigma Golkar dalam menempatkan perempuan sudah melompat jauh ke depan. Caleg-caleg perempuan kami bukan sekadar pelengkap administratif. Mereka adalah ujung tombak perjuangan partai yang dididik dan dipersiapkan secara matang untuk memenangkan hati rakyat,” tegas Ranny.
Kebangkitan Gerakan Politik Perempuan Putusan MK ini dipandang sebagai jaminan hukum tertinggi dalam melindungi hak konstitusional serta memulihkan ruang politik bagi kaum perempuan yang selama ini sering terhambat oleh celah regulasi.
KPPG berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk terus melahirkan kebijakan publik yang inklusif, adil, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas. Partai Golkar, lanjut Ranny, akan konsisten menjadi pelopor partai politik yang ramah gender dan terus mengawal agar keterwakilan perempuan di parlemen bukan sekadar angka, melainkan kekuatan politik yang berdaya guna bagi bangsa.
