“Golkar Milik Semua!” Bahlil Lahadalia Haramkan Sistem Kasta dan Dikotomi di Partai Beringin

“Golkar Milik Semua!” Bahlil Lahadalia Haramkan Sistem Kasta dan Dikotomi di Partai Beringin

BANDUNG – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan penegasan tajam terkait iklim demokrasi di internal partainya. Ia secara tegas menolak adanya dikotomi kepemimpinan maupun sistem “kasta” yang membeda-bedakan latar belakang kader.

Pesan kuat ini disampaikan Bahlil saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Tahun 2026, sekaligus pengukuhan pengurus Depinas SOKSI masa bakti 2025-2030 di Kota Bandung, Jawa Barat.

“Ketika kita membangun dikotomi dalam sebuah pola kepemimpinan politik di Partai Golkar, itu sama dengan kita menutup peluang baru dalam rangka meningkatkan kekuatan basis politik kita,” ujar Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/05/2026).

Golkar Inklusif Tanpa Sistem Kasta Di hadapan elit partai, termasuk Sekjen M. Sarmuji dan Waketum Tb Ace Hasan Syadzily, Bahlil menegaskan bahwa Golkar adalah wadah politik yang sangat inklusif. Pintu partai terbuka lebar bagi seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Papua tanpa memandang agama, suku, maupun kasta.

Ia berjanji akan terus membangun iklim kompetisi yang sehat di internal Golkar, sehingga setiap kader yang berkompeten dan memiliki komitmen tinggi mendapatkan kesempatan emas yang setara.

SOKSI Harus Memboboti Partai, Bukan ‘Follower’ Sebagai salah satu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) pendiri Golkar, Bahlil menaruh harapan besar pada SOKSI. Ia mendesak agar SOKSI segera melakukan konsolidasi kerja lapangan untuk meningkatkan kualitas kader dan menyumbang penambahan kursi parlemen di semua tingkatan.

Bahlil juga meminta SOKSI kembali ke khitahnya sebagai “dapur kaderisasi” yang melahirkan tokoh-tokoh kritis dan vokal.

“Jadi SOKSI harus memboboti partai. Golkar dasar akarnya salah satu di antaranya adalah SOKSI. Bukan Golkar-nya yang memboboti SOKSI, tapi SOKSI yang harus memboboti Golkar. Jangan sekadar menjadi pengikut atau follower,” sentil Bahlil.

READ  Menkomdigi Meutya Hafid: Bangun Kesadaran Digital Sejak Dini Kunci Utama Lindungi Generasi Muda

Mandat Penuh dari Misbakhun Sementara itu, Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun, mengapresiasi ketegasan Bahlil Lahadalia yang telah menetapkan bahwa SOKSI hanya ada satu, yakni SOKSI yang didirikan oleh Prof. Dr. Suhardiman. Keputusan ini dinilai menghapus keraguan legitimasi organisasi dalam menghadapi agenda politik besar ke depan.

Dalam forum tersebut, Misbakhun juga menegaskan bahwa SOKSI menyerahkan mandat penuh kepada Bahlil untuk menentukan arah dan kebijakan sistem pemilu legislatif maupun Pilkada.

“Kami mempercayakan sepenuhnya kepada Ketua Umum Partai Golkar untuk mengambil kebijakan apa pun. Ini menjadi kebanggaan dan komitmen seluruh kader SOKSI untuk tetap solid dan utuh bersama Partai Golkar,” pungkas Ketua Komisi XI DPR RI tersebut.

CATEGORIES
TAGS
Share This