Loading Now

Cara Ahmed Zaki Iskandar Bangun Kesadaran Kolektif Untuk Toleransi dan Tenggang Rasa di Masyarakat

Cara Ahmed Zaki Iskandar Bangun Kesadaran Kolektif Untuk Toleransi dan Tenggang Rasa di Masyarakat

Sifat egaliter atau mengedepankan persamaan merupakan karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Salah satu figur pemimpin yang memiliki karakter egaliter ini adalah Ahmed Zaki Iskandar, Bupati Tangerang periode 2013-2018 dan 2018-2023.

Cerminan egaliter yang lekat terhadap pribadi Ahmed Zaki Iskandar ini diakui pula oleh Keuskupan Agung Gereja Katedral Jakarta. Sebelumnya, pada Rabu (07/02) Ahmed Zaki Iskandar memenuhi undangan silaturahmi dari Keuskupan Agung Gereja Katedral Jakarta dan disambut langsung oleh Uskup Kardinal Romo Ignatius Suharyo.

Dalam kesempatan tersebut, Uskup Ignatius Suharyo menyampaikan rasa terima kasih kepada Bang Zaki ketika memimpin Kabupaten Tangerang selama 2 periode. Sebab, selama kepemimpinan Zaki Iskandar, penyelenggaraan dan pembangunan tempat ibadah umat Kristiani di Kabupaten Tangerang berlangsung baik.

Menanggapi hal ini, Ahmed Zaki Iskandar merasa bahwa ia hanya menjalankan kewajiban sebagai seorang pemimpin yang harus mengakomodir berbagai kepentingan masyarakat. Termasuk memberikan ruang yang sama bagi minoritas untuk beribadah sesuai dengan agama yang dianut.

“Itu bagian dari kewajiban sebagai seorang pemimpin untuk menghadirkan keadilan, pemerataan dan persamaan bagi semua. Lebih penting dari itu, pemimpin harus bisa menghadirkan rasa nyaman dan kerukunan antara kelompok minoritas dan mayoritas, hingga mewujudkan kehidupan yang madani,” tutur Ahmed Zaki Iskandar kepada redaksi Golkarpedia.

Caleg Partai Golkar DPR RI Dapil Jakarta III yang melingkupi Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu ini menilai bahwa tugas besar mewujudkan masyarakat madani yang rukun tak terlepas dari teladan pemimpin. .

“Untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang madani, rukun, berkeadilan antar kelompok, baik mayoritas dan minoritas tak cukup hanya dengan kebijakan. Sebagai pemimpin kita perlu untuk memberikan teladan, melindungi hak-hak warga negara baik mayoritas maupun minoritas. Dengan begitu, akan terbangun kesadaran kolektif, tenggang rasa dan toleransi di tengah masyarakat,” tutur Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta.

Terakhir, Ahmed Zaki Iskandar turut meminta restu agar dirinya bisa terus berkontribusi terhadap pengabdian kepada masyarakat, termasuk upaya-upaya dalam membangun masyarakat madani.

“Saya memohon doa dan restu agar terus bisa berkontribusi memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” pungkas Ahmed Zaki Iskandar. {politiknesia}