Loading Now

Airlangga Hartarto: Kolaborasi dan Sinergi Kuat Pemerintah Berhasil Jaga Inflasi

Airlangga Hartarto: Kolaborasi dan Sinergi Kuat Pemerintah Berhasil Jaga Inflasi

Perekonomian Indonesia diproyeksikan akan tetap solid di tahun 2024 dengan pertumbuhan di atas 5 persen dan didukung terkendalinya inflasi. Pencapaian inflasi Indonesia di 2023 tercatat sebesar 2,61 persen (yoy), terjaga stabil dalam rentang sasaran target 3±1 persen.

Realisasi tersebut menurun dibanding 2022 sebesar 5,51 persen (yoy) menjadi yang terendah dalam dua dekade terakhir. Hal itu membuat inflasi Indonesia menjadi salah satu yang terendah di antara negara-negara G20 lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pencapaian tersebut didukung mayoritas inflasi gabungan kota IHK (provinsi) yang masuk dalam kisaran sasaran.

“Kami mengapresiasi Gubernur Bank Indonesia, Menkeu, Mendagri dan para Pimpinan K/L lainnya atas koordinasi dan sinergi kuat sehingga kita berhasil mengembalikan inflasi pada kisaran sasaran,” tutur  dalam keterangannya, Selasa (30/1).

Lebih lanjut, untuk Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) terkendali, namun inflasi volatile food (VF) masih cukup tinggi, sedangkan inflasi inti dan administered price (AP) menurun. Komoditas pangan yang menjadi penyumbang utama inflasi tahun lalu yakni beras (0,53 persen) dan cabai merah (0,24 persen).

Berbagai kebijakan intervensi pasar mampu menahan kenaikan harga pangan lebih jauh, di antaranya melalui pemberian bantuan pangan beras kepada 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), BLT El Nino, penyaluran beras SPHP, masifnya operasi pasar murah dan gerakan pangan murah di daerah, dan bantuan biaya logistik melalui fasilitasi distribusi pangan.

“Optimalisasi intervensi pasar tetap menjadi prioritas untuk dilanjutkan di 2024 guna menjaga stabilitas harga pangan, termasuk bantuan pangan maupun BLT Mitigasi Risiko Pangan sebagai kelanjutan BLT El Nino,” terang Menko Airlangga. (sumber)