
Menperin Agus Gumiwang Pacu Industri Drone Nasional Kuasai Pasar Global Senilai USD 48 Miliar
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah bergerak agresif dalam memperkuat daya saing industri pesawat nirawak atau drone nasional. Langkah taktis ini diambil guna menguasai potensi pasar domestik yang diproyeksikan mencapai sekitar 93 juta dolar AS (setara Rp1,3 triliun), sekaligus mempersiapkan penetrasi ke pasar global yang diperkirakan melesat hingga 48 miliar dolar AS pada tahun 2028 mendatang.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa industri drone merupakan salah satu sektor strategis masa depan yang memiliki multiplier effect luar biasa bagi berbagai industri vertikal di tanah air.
“Sebagai sektor masa depan, kehadiran pemerintah adalah untuk memastikan pelaku industri drone lokal dapat tumbuh kuat, mandiri dalam memenuhi kebutuhan nasional, sekaligus memiliki daya saing tinggi dan diakui di kancah internasional,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta.
Ekosistem Drone yang Semakin Kuat Berdasarkan data terkini hingga 7 Mei 2026, ekosistem industri drone di Indonesia telah diperkuat oleh 29 perusahaan manufaktur aktif. Hebatnya, dari jumlah tersebut, sebanyak 17 unit di antaranya merupakan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) yang digawangi oleh talenta muda kreatif lokal.
Komitmen investasi di sektor ini telah tercatat mencapai 7,17 miliar $ dan berhasil menyerap sedikitnya 853 tenaga kerja terampil di bidang teknologi aeronautika, pemrogaman siber, dan perakitan mekanis.
Drone lokal produksi anak bangsa ini diproyeksikan untuk mengoptimalkan efisiensi pada berbagai sektor krusial, antara lain:
- Sektor Pertanian: Untuk pemetaan lahan dan penyemprotan pupuk/pestisida presisi.
- Sektor Kehutanan: Untuk pengawasan kebakaran hutan dan pemantauan vegetasi.
- Sektor Pertambangan: Untuk survei wilayah 3D dan kalkulasi volume material harian.
- Sektor Logistik: Untuk pengiriman barang darurat di daerah-daerah terpencil.
Fasilitasi Standar Global dan TKDN Guna memastikan produk buatan dalam negeri mampu bersaing dengan dominasi pabrikan asing, Kemenperin memberikan dukungan penuh dari hulu hingga hilir. Stimulus pemerintah difokuskan pada fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar produk lokal mendapatkan prioritas dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Selain itu, Kemenperin melalui jajaran dinas terkait terus mengawal pendampingan sertifikasi standar mutu internasional ISO 9001:2015 bagi para produsen yang ditargetkan rampung secara masif hingga Oktober 2026 mendatang.
Pemerintah juga memfasilitasi promosi produk melalui pameran kedirgantaraan internasional serta aktif melakukan pemetaan negara tujuan ekspor baru, terutama di kawasan Asia Tenggara dan Afrika. Dengan fondasi regulasi dan insentif yang kuat, Agus Gumiwang optimis Indonesia segera berdaulat di langit siber dan teknologi dirgantara mandiri.

