
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Dorong Pengelolaan SDA Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Airlangga, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar aktivitas ekonomi masyarakat berjalan secara legal, aman, dan memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Kita perlu mendorong solusi komprehensif, baik dari sisi penegakan hukum maupun memastikan masyarakat memiliki ruang untuk berusaha secara legal, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Dalam pertemuan itu, dibahas dinamika aktivitas pertambangan emas oleh masyarakat yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti kawasan aliran sungai, lereng, hingga perbukitan.
Dominggus menjelaskan bahwa aktivitas tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari aspek legalitas, kesesuaian tata ruang, hingga perlindungan masyarakat adat dan lingkungan.
Pemerintah Provinsi Papua Barat, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai langkah regulasi, termasuk penyusunan aturan turunan dari Undang-Undang Otonomi Khusus. Meski demikian, implementasi di lapangan masih membutuhkan percepatan, terutama dalam hal regulasi teknis dan koordinasi lintas kementerian.
Menanggapi hal tersebut, Airlangga menyatakan pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, serta kementerian terkait tata ruang.
Selain isu pertambangan rakyat, pertemuan tersebut juga menyoroti kondisi ekonomi Papua Barat yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,46 persen pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri pengolahan dan pertambangan.
Pemerintah pun memandang potensi SDA di Papua Barat perlu dikelola lebih optimal agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

