Loading Now

Survei Cesda: Partai Golkar Bisa Raih 3 Kursi DPR RI di Dapil Cirebon dan Indramayu

Survei Cesda: Partai Golkar Bisa Raih 3 Kursi DPR RI di Dapil Cirebon dan Indramayu

Cesda merilis hasil survei untuk pemilihan umum (pemilu) khususnya Pemilihan Legislatif atau Pileg 2024 yang dalam hitungan hari akan dilaksanakan. Survei Pileg 2024 dilakukan Cesda untuk mengukur keterpilihan calon anggota legislatif khususnya incumbent.

Sejumlah caleg petahana dari Partai Golkar seperti Bambang Hermanto diprediksi bakal kembali duduk di DPR RI dari Dapil Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Kendati demikian, ada potensi juga para caleg incumbent bakal tergusur dengan wajah-wajah baru.

Menurut Direktur Eksekutif Cesda, Hadi Kusmanto, hasil survei menunjukkan swing voters masih sangat tinggi untuk pileg. Jumlahnya mencapai hampir 60 persen. Kendati demikian ada beberapa penyebab yang ditengarai mempengaruhi hal ini.

Pasalnya, survei tersebut hanya menyertakan nama incumbent Caleg DPR RI. Belum memasukan nama-nama baru seperti Nurul Qomar, Charly van Houten, Nashrudin Azis hingga Rohmin Dahuri.

“Jadi hasil survei ini masih bisa berubah, karena kita survei hanya untuk incumbent. Belum memasukan nama-nama baru yang potensial,” tutur Hadi.

Dijelaskan dia, khusus untuk kategori incumbent, sosok Bambang Hermanto masih merajai pilihan masyarakat pada survei yang dilaksanakan pada 23-31 Januari 2024 tersebut. Selebihnya, masyarakat tergolong masih belum menentukan pilihan atau swing voters.

Hadi melihat fenomena ini terjadi karena 3 faktor. Pertama, karena yang disodorkan hanya nama-nama incumbent. Sehingga banyak masyarakat mungkin pilihannya tidak terakomodir pada nama-nama yang ditampilkan pada survei.

“Ada 3 faktor, pertama mungkin pemilih masih menyembunyikan pilihannya,” kata Hadi, kepada radarcirebon.com, Sabtu, 3, Februari 2024.

Kedua, kata dia, memang masyarakat benar-benar tidak tahu atau masa mengambang. Ketiga, sudah punya pilihan, tetapi belum masuk dalam survei. Karena hanya incumbent yang ditampilkan.

“Ada nama-nama potensial seperti Nashrudin Azis, Nurul Qomar, Charly van Houten, Rohmin Dahuri, Mohammad Luthfi, Uu Ruzhanul Ulum, dan lainnya. Itu memang tidak dimasukan dalam survei ini,” kata Hadi.

Menurut dia, ada penjelasan kenapa hanya incumbent yang dimasukan dalam survei. Sebab, mereka lebih besar peluang duduk kembali dibandingkan dengan pemula. Meski tidak menutup kemungkinan para caleg yang baru berkompetisi ini, malah bisa mengalahkan incumbent.

“Kita lihat swing voters masih 59,8 persen, hampir 60 persen. Jadi segala sesuatunya masih bisa berubah. Nama-nama seperti Kang Luthfi, Charly, H Qomar tentu punya peluang. Incumbent lain juga begitu,” tuturnya.

Sementara dari hasil survei elektabilitas partai, ada Golkar dan PAn yang membuat kejutan. Dari hasil survei Cesda untuk Dapil Cirebon – Indramayu Jawa Barat, Partai Golkar diprediksi bisa mendapatkan sampai 3 kursi. Sementara PAN masih sangat berpeluang karena saat ini secara elektabilitas sudah mencapai 5,2 persen.

“PAN menyodok karena punya faktor konsoidasi partai semakin solid dan ada banyak figur yang memiliki popularitas tinggi. Mereka juga sudah bergerak masif,” tandasnya.

Yang membuat Hadi heran adalah PKS. Sebab, elektabilitasnya tergerus. Namun, dirinya memperkirakan ada beberapa faktor penyebab.

“Yang mengherankan adalah PKS, karena turun drastis.Mungkin kurang menyapa kepada masyarakat, tetapi lebih banyak di media sosial,” ungkapnya.

Berbeda dengan Partai Golkar, kata dia, pergerakannya cukup masif. Bahkan Ketum Airlangga Hartarto beberapa kali turun ke Cirebon. Kemudian para caleg juga cukup aktif untuk bergerak, hal ini sangat membantu elektabilitas mereka.

Kemudian ada partai lain yang masuk ke 5 persen. Misalnya Nasdem yang mendapatkan limpahan elektoral dari Anies Baswedan dan menggeser Partai Demokrat.

Kembali lagi Hadi mengingatkan bahwa hasil survei tersebut untuk caleg hanya dilakukan kepada incumbent. Sehingga swing voters masih sangat tinggi.

Karena itu, untuk Pileg Dapil Cirebon Indramayu masih sangat bisa berubah dan bisa di luar prediksi survei Cesda, mengingat swing voters sangat tinggi. (sumber)