Loading Now

Puteri Komarudin Paparkan Tantangan Pemuda Menyongsong Indonesia Emas 2045

Puteri Komarudin Paparkan Tantangan Pemuda Menyongsong Indonesia Emas 2045

Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara maju pada tahun 2045. Dalam meraih visi ini, peran pemuda sangatlah penting karena jumlahnya yang mencapai 54 persen dari total populasi di Indonesia saat ini.

Meski demikian, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar Puteri Komarudin menilai terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pemuda untuk meraih visi Indonesia emas tersebut.

“Kita memiliki potensi bonus demografi yang digerakkan oleh penduduk usia produktif seperti pemuda. Kalau beberapa tahun mendatang, potensi ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, Indonesia mungkin akan terlanjur tua sebelum sejahtera dan akhirnya terjebak menjadi negara berpendapatan menengah terus-menerus,” ungkap Puteri dalam Indonesian Youth Diplomacy (IYD) Annual Gala Dinner 2024 seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu,(8/6/2024).

Puteri mengungkapkan bahwa saat ini pemuda juga dihadapkan dengan tantangan dari segi literasi keuangan. Hal ini tidak terlepas dari data OJK yang menyebut tingkat literasi keuangan untuk penduduk usia 15-17 tahun yang hanya 43,28 persen pada tahun 2022.

“Sehingga, kelompok ini rentan sekali terjerumus pada pinjaman online ilegal, judi online, hingga investasi ilegal. Bahkan OJK menyebut 3 persen dari korban pinjaman online ilegal berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Padahal, akses dan literasi keuangan bagi pemuda sangatlah krusial untuk mendorong pertumbuhan sektor keuangan,” urai Puteri.

Lebih lanjut, Puteri juga menyoroti terkait tantangan dari segi kesehatan seiring masih tingginya tingkat stunting yang mencapai 21,6 persen pada tahun 2022.

“Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu juga masih tinggi dan termasuk dalam peringkat tiga besar di ASEAN. Padahal, aspek kesehatan ini menjadi begitu penting apabila kita ingin mencetak pemuda Indonesia yang sehat,” papar Puteri.

Terakhir, Puteri juga menyampaikan minimnya ketertarikan pemuda terhadap politik. Ini tercermin dari riset CSIS tahun 2022 yang menyebut minat pemuda untuk mencalonkan diri masih sangat rendah hanya 15 persen. Lebih parahnya, ketertarikan untuk masuk ke dalam partai politik jauh lebih rendah lagi yang hanya 1,1 persen.

“Makanya, tidak heran, tingkat representasi pemuda masih rendah. Pada Pemilu 2019, angka keterwakilan pemuda di DPR RI baru mencapai 16,52 persen. Bahkan, jumlah ini diperkirakan turun menjadi 15 persen pada Pemilu 2024. Padahal, kita sebagai anak muda yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan harusnya dimulai dari sekarang,” tegas Puteri.

Menutup keterangannya, Puteri berpesan agar pemuda agar dapat senantiasa adaptif dalam menghadapi setiap perubahan serta cakap dalam memanfaatkan teknologi.

“Saya yakin setiap pemuda memiliki potensinya masing-masing yang dapat dimaksimalkan untuk berkontribusi bangsa dan negara. Kita bisa mulai dari hal yang terkecil dahulu dengan menggali minat dan bakat untuk kita manfaat sebaik mungkin,” tutup Puteri.

Sebagai informasi, Gala Dinner ini diawali dengan sambutan oleh Ketua Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar Meutya Viada Hafid, yang dilanjutkan paparan oleh Ketua IYD Michael Victor Sianipar. Agenda dilanjutkan dengan diskusi panel yang dihadiri oleh Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P Roeslani, dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (sumber)

Share this content: