
Menkomdigi Meutya Hafid Wanti-wanti Bahaya ‘Pig Butchering’ di Balik Aplikasi Kencan
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya kewaspadaan dalam melakukan interaksi di ruang digital guna menghindari kemungkinan terlibat dengan orang-orang yang bermaksud jahat.
“Interaksi yang berawal dari ruang digital harus selalu disertai kehati-hatian dan literasi digital yang baik. Algoritma dirancang untuk menemukan kecocokan, bukan menjamin seseorang dapat dipercaya,” katanya dalam keterangan pers kementerian yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Meutya menyampaikan hal itu menyusul kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria bernama Taufik Hidayat (30) kepada pacarnya, seorang perempuan berusia 29 tahun yang diduga dikenal melalui aplikasi kencan daring, di wilayah Bandung.
Menkomdigi menyampaikan bahwa profil, foto, maupun informasi yang ditampilkan di media sosial atau aplikasi digital tidak selalu benar, jadi sebaiknya tidak langsung dipercaya tanpa melakukan verifikasi.
Pengguna platform digital juga disarankan untuk menjaga keamanan data pribadi serta memanfaatkan fitur pelaporan atau pemblokiran apabila menemukan perilaku yang mencurigakan saat berinteraksi di ruang digital.
Kasus kejahatan yang berkaitan dengan penggunaan platform kencan daring bukan hal yang baru.
Dengan modus yang disebut pig butchering atau love scamming, para pelaku kejahatan bisa memanfaatkan platform digital semacam itu untuk melakukan penipuan dan menguras uang korban yang terpedaya.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah bersama Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) pada awal Juni 2026 membongkar jaringan penipu internasional yang melakukan kejahatan dengan modus pig butchering.
Kejahatan jaringan penipu yang menyasar korban dari Amerika Serikat itu tercatat telah membuat para korbannya menanggung kerugian hingga 2,3 juta dolar AS atau sekira Rp41,1 miliar.
Guna menekan kejahatan yang bermula di ruang digital, pemerintah berupaya meningkatkan keamanan ruang digital serta meningkatkan literasi dan kecakapan warga agar bisa memanfaatkan platform digital secara bijak.

