Mendukbangga Wihaji Perluas Tamasya ke Perkantoran dan Pasar untuk Dukung Orang Tua Bekerja

Mendukbangga Wihaji Perluas Tamasya ke Perkantoran dan Pasar untuk Dukung Orang Tua Bekerja

KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus mendekatkan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) guna memfasilitasi orang tua yang bekerja untuk tetap produktif sambil mengoptimalkan pengasuhan kepada anak.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (12/8/2026), mengemukakan, semakin banyak orang tua bekerja di sektor formal maupun informal, sementara aktivitas ekonomi berlangsung hampir sepanjang hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengasuhan anak tidak lagi semata-mata menjadi persoalan individual keluarga, tetapi telah menjadi kebutuhan masyarakat dan bagian dari pembangunan.

“Pengasuhan anak tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan keluarga semata, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama dan tentu saja memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang ada,” ujar dia, dikutip dari Antaranews.

Melalui Tamasya, Kemendukbangga/BKKBN mendorong layanan pengasuhan yang tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga memperkuat kapasitas pengasuh, keterlibatan orang tua/keluarga, serta layanan rujukan.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan ketika layanan pengasuhan hadir di area publik seperti pasar, kawasan permukiman, perkantoran, dan pusat perdagangan yang menjadi bagian dari keseharian keluarga.

Berbagai praktik baik dibagikan oleh beberapa Tamasya, misalnya dari Yogyakarta, Koordinator Sekolah Tempat Penitipan Anak (TPA) Beringharjo, Yustina Suyantini, membagikan pengalaman lebih dari tiga dekade TPA Beringharjo menjawab kebutuhan nyata masyarakat di kawasan Pasar Beringharjo dan Malioboro.

Hadir di tengah aktivitas pasar, TPA yang diinisiasi TP PKK Kota Yogyakarta dengan dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta tersebut menjadi rumah kedua bagi ribuan anak usia dini, khususnya anak para pedagang dan pekerja di kawasan pasar.

Selain menerapkan empat layanan utama Tamasya, TPA Beringharjo juga mengembangkan Gerakan Sentra Budaya Lokal (GSBuL) dengan mengintegrasikan kearifan lokal Jawa ke dalam kegiatan pengasuhan.

READ  KP2MI-IOM Perbarui Kerja Sama, Wamen Christina Aryani Dorong Pelindungan PMI Diperkuat

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa layanan pengasuhan dapat sekaligus menjadi ruang aman bagi anak dan bagian dari penguatan komunitas.

“TPA Beringharjo adalah laboratorium hidup yang membuktikan bahwa empat layanan Tamasya yaitu pendampingan pengasuh, pendampingan anak, pendampingan orang tua/keluarga, dan layanan rujukan bukanlah konsep ideal yang hanya ada di atas kertas,” ujar Yustina.

Dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Ketua TPA Taman Asuh Anak Taqwa (TAAT) Dzokirotul Baroroh mengisahkan praktik pengasuhan yang berkembang di kawasan permukiman, berlokasi di Perumahan Pondok Permata Suci yang menjadi lingkungan strategis bagi keluarga pekerja, pedagang, pegawai, guru, dan dosen.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah “Pengasuh Gemar Sinau” (PGS). Sinau, yang dalam bahasa Jawa berarti belajar, menjadi semangat untuk membangun ekosistem belajar berkelanjutan bagi para pengasuh melalui peningkatan kompetensi, pemantauan tumbuh kembang, pendampingan orang tua, dan layanan rujukan.

Setelah menerapkan Tamasya, layanan pengasuhan di TPA TAAT berkembang dari pola pengasuhan sederhana menjadi lebih terarah, dengan stimulasi sesuai usia dan pemantauan tumbuh kembang yang sistematis.

“Pengasuhan berkualitas lahir dari komitmen untuk terus belajar dan menempatkan keamanan serta tumbuh kembang anak sebagai prioritas, serta membangun kepercayaan orang tua melalui komunikasi yang terbuka,” ujar Dzokirotul.

Berbagai praktik baik tersebut memperkuat pesan bahwa keberhasilan layanan pengasuhan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi oleh kualitas pengasuh, keterlibatan orang tua, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen untuk menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas. []

CATEGORIES
TAGS
Share This