
Mendukbangga Wihaji Genjot Peran TPK Tekan Stunting, Target Turun ke 18% di 2026
Mendukbangga Wihaji berkomitmen untuk menggenjot penguatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai upaya menekan angka prevalensi stunting nasional. Ini dikungkapkan Menteri Wihaji saat melakukan kunjungan kerja ke Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis 5 Februari 2026.
Kunjungan tersebut dibalut dengan kegiatan Konsolitasi dan Sinergitas Kader Pendamping Keluarga Bergerak Bersama Menuju Indonesia Emas. Kegiatan ini dihadiri ribuan kader TPK, hadir pula Wali Kota Cilegon Robinsar bersama unsur forkopimda.
Wihaji kepada media mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 597.662 TPK yang tersebar di seluruh daerah, termasuk Kota Cilegon. Para kader tersebut kini mendapatkan tugas baru sesuai Perpres No. 115 Pasal 47, yakni terkait mendistribusikan Makanan Pemberian Gizi (MPG) bagi Ibu hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD.
“TPK diminta terlibat langsung mendistribusikan MPG. Ini merupakan perintah Pak Presiden agar asupan gisi imenjadi salah satu kunci utama menurunkan stunting,” katanya.
Ia mengakui, dalam pelaksanaan di lapangan masih terdapat penerima manfaat yang belum menerima bantuan. Hal ini disebabkan oleh proses pendataan, uji coba program, hingga belum tersedianya SPPG di beberapa wilayah. “Tadi saya sudah berdiskusi dengan Pak Wali. Di Cilegon sudah ada sekitar 30 titik, dan ke depan harapannya seluruh wilayah bisa terlayani,” ujarnya.
Wihaji juga menekankan pentingnya edukasi kepada kader agar tidak terulang kejadian penyaluran bantuan yang tidak layak. Menurutnya, pelayanan kepada penerima manfaat harus dilakukan secara profesional dan manusiawi.
“Kalau ada kesalahan, minta maaf dan jangan diulang. Terpenting pelayaan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Terkait anggaran, Wihaji menyebut pemerintah saat ini menyalurkan sekitar Rp3,2 miliar per hari untuk penerima manfaat di seluruh Indonesia. Sebanyak 51 ribu kader setiap hari mendistribusikan bantuan gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Program ini kami targetkan mampu menurunkan angka stunting nasional dari 19,8 persen menjadi 18 persen pada 2026. Selain itu, juga mampu mencapai 14 persen pada 2029,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa kunjungan Mendukbangga Wihaji menjadi momentum penguatan sinergi antara kader TPK, Pemkot Cilegon, serta Badan Gizi Nasional (BGN). Ini untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan gizi bagi sasaran 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD).
“Intinya hari ini adalah penguatan untuk para kader, Pemkot, dan BGN Kota Cilegon. Ke depan ini akan lebih dioptimakan,” ujar Robinsar.
Ia mengungkapkan, saat ini di Kota Cilegon baru terdapat lima dapur yang aktif menyalurkan bantuan gizi untuk 3B. Namun, jumlah tersebut akan segera ditingkatkan melalui koordinasi lintas sektor. “Insya Allah dalam waktu dekat akan kami rapatkan dengan BGN Kota Cilego, para kepala dapur, serta OPD terkait,” terangnya.
Robinsar menyebutkan, sejatinya terdapat 35 dapur yang sudah siap beroperasi. Pemerintah daerah berkomitmen menjalankan amanah Presiden melalui kementerian terkait secara maksimal. “Ada 35 dapur yang sudah siap. Harapannya, apa yang menjadi amanah Presiden melalui Pak Menteri akan kami utamakan dan laksanakan,” tegasnya.
Adapun lima dapur atau SPPK yang saat ini telah menyalurkan bantuan berada di wilayah SPPG Rawa Arum, SPPG Purwakarta, SPPG Kedaleman 2, SPPG Kedaleman 3, dan SPPG Kedaleman 4. Dari dapur-dapur tersebut, total bantuan telah disalurkan kepada 1.171 peneriman manfaat di Kota Cilegon.
“Insya Allah akan terus kami optimalkan. Data akan kami perbarui dan kami konfirmasikan kembali dengan masing-masing dapur,” katanya.
Terkait target penerima, Robinsar menegaskan bahwa seluruh sasaran 3B di Kota Cilegon akan menjadi prioritas. Khususnya bagi warga yagn berada di lingkungan yang telah memiliki dapur aktif. “Target kami seluruh penerima 3B di Kota Cilegon. Selama sudah ada dapur di lingkungan sekitarnya, itu yang kami prioritaskan,” tutupnya.

