
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji Pastikan MBG 3B Tepat Sasaran Hingga Keluarga
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji memastikan bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) tepat sasaran dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga benar-benar sampai ke keluarga.
Menteri Wihaji menehaskan bahwa MBG 3B merupakan intervensi yang sangat sensitif karena menyangkut fase awal kehidupan manusia. Karena itu, mulai dari layanan SPPG hingga penerima manfaat harus dipastikan berjalan tepat, aman, dan tanpa penyimpangan.
“Program untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ini sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan kesehatan generasi masa depan. Karena itu kita cek kepastiannya, mulai dari SPPG sampai penerima manfaatnya,” kata Menteri Wihaji dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, (25/4/26).
Menteri Wihaji, dalam kunjungannya ke SPPG di Pemalang, Jawa Tengah, kamis (23/4/26), menegaskan pentingnya memastikan layanan gizi berjalan tepat sasaran karena berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.
Dalam peninjauan lapangan, Menteri Wihaji juga melihat kondisi keluarga di kategori risiko stunting (KRS) yang masih menghadapi tantangan terkait hunian dan sanitasi, sehingga membutuhkan intervensi berkelanjutan melalui layanan gizi dan pendampingan keluarga.
“Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pelaksanaan MBG 3B sangat penting dalam mendukung distribusi layanan, melakukan pendampingan, edukasi keluarga, serta pemantauan langsung kondisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di tingkat desa,” jelasnya.
Menteri Wihaji menegaskan bahwa pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara bersama karena MBG 3B bukan sekadar distribusi makanan, melainkan layanan negara yang harus dijaga kualitasnya melalui koreksi lapangan secara cepat dan berkelanjutan.
Upaya ini merupakan bagian dari target nasional penurunan stunting menuju 18,8 persen pada 2026 dan 14 persen pada 2029. Pemerintah memperkuat intervensi sejak masa kehamilan serta memperluas implementasi SPPG dan MBG 3B secara nasional untuk mencetak generasi sehat dan produktif.
Sementara itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyampaikan, hingga 31 Maret 2026, Kabupaten Pemalang memiliki 137 SPPG, dengan 84 unit di antaranya melayani MBG 3B. Program ini menjangkau 3.762 ibu hamil, 10.920 ibu menyusui, dan 26.974 balita non-PAUD sebagai kelompok sasaran prioritas.

