
Krisis Energi Global Memanas, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji Apresiasi Langkah Bahlil Lahadalia
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah cepat dan kerja keras Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis energi global.
Menurut Sarmuji, situasi global saat ini menunjukkan tekanan yang sangat serius terhadap sektor energi, terutama akibat eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, serta kegagalan perundingan damai yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, yang tidak mencapai kesepakatan.
“Kita menghadapi situasi global yang tidak mudah. Konflik geopolitik di Timur Tengah telah memicu guncangan besar pada pasar energi dunia. Dalam kondisi seperti ini, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia benar-benar bekerja keras, bahkan bisa dikatakan banting tulang, untuk memastikan Indonesia tetap aman dari ancaman krisis energi,” ujar Sarmuji seperti dikutip dari keterangan tertulis, senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan, tekanan global saat ini tercermin dari lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus angka USD100 per barel. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, harga Brent dan WTI sempat berada di kisaran USD102 hingga USD106 per barel akibat kegagalan perundingan dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, gangguan distribusi energi di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, makin memperparah kondisi pasar energi global. Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga mendekati USD150 per barel jika konflik terus bereskalasi dan pasokan terganggu lebih jauh.
Sarmuji, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar, menegaskan kondisi ini membuat upaya mencari alternatif pasokan energi menjadi sangat sulit. “Dalam situasi normal saja mencari sumber pasokan energi alternatif bukan hal mudah. Apalagi dalam kondisi global seperti sekarang, ketika banyak negara juga berebut sumber energi yang sama,” ucap dia.
“Karena itu, langkah cepat pemerintah menjadi sangat krusial. Menteri ESDM bahkan harus melobi banyak negara, mulai dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika hingga negara-negara Afrika, termasuk Rusia, untuk mengamankan stok energi nasional,” tegas Sarmuji menambahkan.
Pemerintah jaga stok energi hingga perkuat diplomasi
Krisis ini, Sarmuji mengingatkan, bahkan telah disebut sebagai salah satu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah, dengan dampak langsung pada inflasi global, distribusi energi, hingga potensi krisis ekonomi di berbagai negara.
Dalam konteks tersebut, Sarmuji menilai Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah antisipatif yang tepat, mulai dari menjaga stok energi nasional, mengamankan rantai pasok, hingga memperkuat diplomasi energi dengan berbagai negara mitra.
“Yang dilakukan Presiden dan Menteri ESDM bukan sekadar respons biasa, tetapi langkah strategis untuk memastikan Indonesia tidak terjebak dalam krisis energi global yang bisa berdampak luas terhadap ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” kata legislator dari Jawa Timur tersebut.
Fraksi Partai Golkar DPR RI, kata Sarmuji, akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional, termasuk mendorong percepatan diversifikasi energi dan penguatan ketahanan energi dalam negeri.
“Kita harus memperkuat fondasi energi nasional agar tidak terlalu rentan terhadap gejolak global. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah bagian penting dari upaya tersebut,” kata Sarmuji.

