Gubernur NTT Melki Laka Lena Sebut Koperasi Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat

Gubernur NTT Melki Laka Lena Sebut Koperasi Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyebut provinsi berbasis kepulauan tersebut sebagai laboratorium terbaik bagi pengembangan ekonomi koperasi di Indonesia.

“Di NTT koperasi bukan pilihan alternatif, melainkan kebutuhan dasar dan menjadi instrumen paling relevan untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Di banyak wilayah, koperasi hadir lebih dulu daripada layanan perbankan,” kata Melki di Kupang, Antara, Minggu (26/4/2026).

Menurut dia, rapat anggota tahunan (RAT) bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan menjadi jantung kehidupan koperasi.

Forum tersebut berfungsi menegakkan akuntabilitas, memperkuat kepercayaan, serta menentukan arah dan masa depan koperasi secara bersama.

Melki menilai KSP TLM Indonesia telah menunjukkan bahwa koperasi mampu tumbuh besar tanpa kehilangan jati dirinya. Ia menegaskan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang berpihak pada masyarakat kecil.

“Koperasi juga memperkuat ekonomi keluarga serta membangun solidaritas berbasis komunitas,” ujarnya, dikutip dari Golkarpedia.

Hal tersebut, lanjut dia, tercermin dari berbagai program tanggung jawab sosial (CSR) yang dijalankan, mencakup sektor pendidikan, keagamaan, pertanian, hingga pembangunan sarana prasarana dan kegiatan sosial di berbagai wilayah kerja KSP TLM Indonesia.

Meski demikian, Melki mengingatkan sektor koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya kesenjangan antara jumlah koperasi dan kualitasnya, keterbatasan akses pembiayaan, serta kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola yang perlu terus diperkuat.

Selain itu, koperasi juga dihadapkan pada tuntutan digitalisasi yang mengharuskan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. “Keempat, tantangan digitalisasi yang menuntut koperasi beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” kata Melki.

Di balik berbagai tantangan tersebut, ia melihat peluang besar yang dimiliki NTT, terutama dari sisi kekuatan sosial seperti gotong royong, solidaritas, dan tingginya kepercayaan komunitas.

See also  Kritik Menguat, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Minta Dialog Terbuka dan Transparan

Menurutnya, keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal justru membuka ruang bagi koperasi untuk menjadi ujung tombak inklusi keuangan di daerah. []

CATEGORIES
TAGS
Share This