Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Jaga Rupiah di Tengah Tekanan Global

Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Jaga Rupiah di Tengah Tekanan Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global.

Menurut Airlangga, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan, salah satunya melalui kerja sama pertukaran mata uang (swap currency) dengan sejumlah negara mitra.

“Kita sudah mempersiapkan dengan Bank Indonesia terkait swap currency dengan China, Jepang, Korea, dan negara lain,” ujarnya di Jakarta.

Strategi Swap Currency dan Diversifikasi Pembiayaan

Airlangga menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus menjaga stabilitas likuiditas dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga akan menerbitkan surat berharga dalam berbagai denominasi mata uang asing, seperti yuan dan yen.

Langkah ini dinilai penting untuk:

  • menjaga keseimbangan cadangan devisa
  • memperkuat struktur pembiayaan negara
  • menekan volatilitas nilai tukar

Tekanan Rupiah dan Faktor Global

Sebelumnya, nilai tukar rupiah tercatat melemah ke level Rp17.405 per dolar AS. Namun, Airlangga menegaskan bahwa kondisi ini bukan hanya terjadi di Indonesia.

“Berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap dolar AS,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh beberapa faktor:

  • meningkatnya permintaan dolar AS
  • kebutuhan musiman seperti ibadah haji
  • pembayaran dividen kuartal II
  • ketegangan geopolitik global

Dampak Geopolitik dan Safe Haven

Menurut Airlangga, ketegangan di kawasan Timur Tengah turut memperkuat posisi dolar AS sebagai aset safe haven.

Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Kebijakan Dinamis dan Koordinasi

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menyesuaikan kebijakan secara fleksibel mengikuti dinamika global.

Koordinasi dengan Bank Indonesia menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ia berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter dapat memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia ke depan.

See also  Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Bongkar Hambatan Investasi: 62 RDTR di NTB Belum Rampung

CATEGORIES
TAGS
Share This