Presiden Prabowo Instruksikan Kaji WFH Demi Hemat BBM, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Semua Kemungkinan Bisa Terjadi.

Presiden Prabowo Instruksikan Kaji WFH Demi Hemat BBM, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Semua Kemungkinan Bisa Terjadi.

Pemerintah Indonesia tengah serius mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Wacana ini muncul menyusul instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto guna menghadapi ketidakpastian pasokan energi akibat gejolak geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa skema ini sedang dalam tahap pengkajian mendalam. “Kita sedang kaji apakah kita membutuhkan WFH. Menurut saya, semua kemungkinan bisa terjadi. Yang terpenting adalah penghematan terhadap BBM,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM (18/3/2026).

Belajar dari Kesuksesan Penanganan Pandemi

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman sukses dalam menerapkan WFH saat menghadapi pandemi COVID-19. Pola kerja jarak jauh terbukti mampu menciptakan efisiensi besar dalam penggunaan bahan bakar.

“Dulu kita atasi COVID dan berhasil. Kita mampu bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar. Ini saya minta dibicarakan oleh para Menko,” tegas Presiden Prabowo dalam sidang kabinet.

Stok Energi Menjelang Lebaran 2026 Tetap Aman

Meski tengah menyiapkan langkah penghematan, Bahlil memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi terkendali, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.

  • BBM & LPG: Pasokan tambahan LPG dijadwalkan masuk akhir bulan ini untuk menjamin kebutuhan Lebaran.

  • Listrik: Stok batu bara untuk PLN berada pada level aman, yakni 14 hingga 15 hari (sesuai standar nasional).

  • Subsidi: Pemerintah berkomitmen mempertahankan subsidi BBM setidaknya hingga masa libur Lebaran berakhir.

Tren Global: Filipina hingga Pakistan Terapkan Efisiensi

Langkah Indonesia ini sejalan dengan kebijakan berbagai negara tetangga dalam merespons krisis energi:

  1. Thailand: Mendorong WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

  2. Filipina: Menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu.

  3. Pakistan: Menyiapkan skema kerja jarak jauh dan pembelajaran daring.

See also  Dorong Konsumsi Rp124 Triliun, Menko Airlangga Pastikan THR Lebaran 2026 Cair Lebih Awal

Optimisme dari Selat Hormuz

Bahlil juga menambahkan adanya sinyal positif dari Selat Hormuz. Kebijakan buka-tutup di kawasan tersebut mulai memberikan ruang bagi kelancaran distribusi energi global, yang diharapkan dapat menstabilkan harga minyak dunia dalam jangka menengah.

CATEGORIES
TAGS
Share This