Loading Now

Tanggulangi Kemiskinan di Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar Dorong Kolaborasi Berbagai Pihak

Tanggulangi Kemiskinan di Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar Dorong Kolaborasi Berbagai Pihak

Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar yang jadi caleg DPR RI Jakarta 3 meminta Pemprov DKI Jakarta siap berkolaborasi dengan berbagai unsur untuk penanggulangan kemiskinan di Ibu Kota.  Daerah pemilihan (dapil) Jakarta 3 meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

“Pertama mungkin harus ada kolaborasi yang berbasis dengan rencana program pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang yang selaras antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat agar hal-hal seperti ini, bisa ditangani walaupun secara bertahap tidak ada masalah,” kata Zaki saat bincang-bincang bersama Warta Kota di DPD Golkar DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2024) malam.

Mantan Bupati Tangerang itu berujar bahwa yang lebih penting adalah roadmap perencanaan dalam menangani kantung-kantung kemiskinan di Jakarta.

“Memang secara konsisten nanti kita akan makan waktu 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun. Tetapi yang penting terlebih dahulu kita punya roadmapnya perencanaan terhadap penanganan kantung-kantung kemiskinan di Jakarta,” jelas Zaki.

Pria yang akrab disapa bang Zaki itu menekankan Jakarta tak hanya ditingkatkan infrastukturnya, namun juga bagaimana pemerintah bisa membantu meningkatkan ekonomi warga miskin ekstrem.

“Bukan hanya sekadar infrastruktur kita juga harus bicara mengenai bagaimana meningkatkan ekonomi mereka, karena dengan kita hanya menyediakan infrastruktur,” ujar Zaki.

“Tetapi kalau kita tidak membantu perekonomian mereka itu akan kembali lagi mereka menjadi masyarakat yang setiap tahunnya akan menerima bantuan yang sangat besar,” jelas Zaki.

Zaki berjanji bakal meningkatkan keterampilan warga agar pendapatan yang dihasilkan juga bisa bertambah.

“Pekerjaan mereka juga harus dipikirkan terlebih dari itu sumber dayanya keterampilan mereka juga harus ada peningkatan jadi kemarin itu (blusukan di Cengkareng) banyak sekali mereka yang hanya mengandalkan pendapatan tidak menentu,” tutur Zaki.

“Dari hasil mulung, kuli buruh harian, ada juga pedagang kecil yang tentu saja kita harus berpikir bagaimana meningkatkan kemampuan mereka untuk kemudian mereka bisa mendapatkan upah yang lebih besar dari apa yang mereka terima pada saat itu,” papar Zaki. (sumber)