Ranny Fahd Arafiq Pastikan Jemaah Haji Dapat Layanan Kesehatan Terbaik Dari Embarkasi Hingga Tanah Suci

Ranny Fahd Arafiq Pastikan Jemaah Haji Dapat Layanan Kesehatan Terbaik Dari Embarkasi Hingga Tanah Suci

Kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia menjadi penanda dimulainya fase penting dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Di tengah euforia tersebut, perhatian terhadap kondisi kesehatan jemaah haji tetap jadi hal yang tidak bisa dikesampingkan.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, memastikan pengawasan terhadap kualitas layanan kesehatan akan terus dilakukan secara konsisten, baik sejak di embarkasi hingga jemaah haji berada di Tanah Suci.

“Kelancaran ibadah sangat bergantung pada kondisi kesehatan jemaah haji. Ini yang harus kita jaga sejak awal sampai seluruh rangkaian ibadah selesai,” ujarnya.

Ranny mengingatkan tantangan utama yang dihadapi jemaah tidak hanya berasal dari perjalanan panjang, tetapi juga dari kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dapat berdampak langsung pada daya tahan tubuh, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi.

Dalam kondisi tersebut, legislator Partai Golkar asal Kota Depok dan Kota Bekasi ini mendorong tenaga kesehatan (nakes) untuk tidak hanya menunggu laporan, tapi aktif memantau kondisi jemaah secara langsung di pemondokan.

“Pendekatannya harus proaktif. Jangan tunggu jemaah datang dengan keluhan, tapi pastikan kondisi mereka dipantau secara berkala,” lanjutnya.

Selain pemantauan, Ranny menilai edukasi kesehatan juga menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat, terutama terkait pencegahan dehidrasi, kelelahan, dan deteksi dini penyakit yang berpotensi memburuk selama pelaksanaan ibadah.

Menurut Waketum PP KPPG ini, skrining kesehatan yang telah dilakukan sejak masih di dalam negeri adalah langkah awal yang baik. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pengawasan lanjutan selama jemaah berada di lapangan.

“Pemeriksaan awal itu penting, tapi yang menentukan adalah bagaimana pengawasannya berjalan setelah jemaah tiba di Tanah Suci,” tegas Ranny.

See also  Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun Respons Jusuf Kalla, Minta Gunakan Data Fiskal Terbaru

Bendum DPP Ormas MKGR ini menekankan pentingnya memastikan ketersediaan obat-obatan, kesiapan fasilitas medis, serta kecepatan respons dalam kondisi darurat agar layanan kesehatan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh jemaah.

Melalui fungsi pengawasan, Komisi IX DPR RI akan terus memantau pelaksanaan layanan kesehatan haji secara menyeluruh.

Bagi Ranny, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran proses, tetapi juga dari sejauh mana jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali dalam kondisi sehat.

“Kalau jemaah bisa beribadah tenang dan pulang dengan selamat, itu berarti sistemnya berjalan dengan baik,” pungkas Ranny Fahd Arafiq.

CATEGORIES
TAGS
Share This