
Nur Purnamasidi Cek Langsung Pemanfaatan Dana PIP, Orang Tua Diingatkan Jangan Salah Gunakan
ANGGOTA Komisi X DPR RI Muhamad Nur Purnamasidi menggelar pertemuan bersama penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi, wali murid, serta koordinator desa (kordes) dari Kecamatan Ambulu dan Jenggawah. Kegiatan berlangsung di Cafe Joglo Larisso, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan yang digelar bersama Tim Rumah Aspirasi Bang Pur tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Selain memperkuat komunikasi dengan masyarakat, agenda itu menjadi ruang bagi Bang Pur untuk mendengarkan aspirasi sekaligus mengevaluasi secara langsung manfaat PIP yang diterima para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Pur menegaskan bahwa perannya di Komisi X DPR RI tidak berhenti pada upaya memperjuangkan peningkatan kuota PIP. Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan dana bantuan benar-benar digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak.
“Saya tidak hanya ingin memastikan PIP cair, tetapi juga ingin memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak. Jangan sampai saat dana PIP dicairkan, anak justru tidak dibelikan kebutuhan sekolahnya,” ujar Bang Pur, dikutip dari FraksiGolkar.
Ia pun mengingatkan para orang tua agar memanfaatkan dana PIP sebagaimana mestinya. Bantuan tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari seragam, sepatu, tas, buku, alat tulis, hingga perlengkapan belajar lainnya.
Bang Pur menilai PIP merupakan salah satu bentuk komitmen negara dalam membantu memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh hak atas pendidikan. Karena itu, manfaat program tersebut tidak hanya diukur dari pencairan bantuan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan mampu mendukung aktivitas belajar siswa.
Untuk mengetahui secara langsung pemanfaatan bantuan tersebut, Bang Pur mengajak siswa penerima PIP yang hadir untuk maju dan berdialog. Anak-anak tersebut ditanya mengenai sekolah, cita-cita, hingga pengalaman mereka setelah mendapatkan bantuan pendidikan.
Interaksi antara Bang Pur dan para siswa berlangsung cair. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah ketika Bang Pur menanyakan penggunaan dana PIP oleh orang tua mereka. Para siswa menjawab dengan spontan mengenai kebutuhan sekolah yang dibelikan, seperti tas, sepatu, seragam, buku, dan perlengkapan belajar lainnya.
Jawaban polos para siswa tersebut pun menciptakan suasana ceria di tengah pertemuan. Bagi Bang Pur, dialog bersama anak-anak menjadi salah satu cara untuk melihat secara langsung apakah bantuan yang diberikan telah benar-benar sampai kepada penerima dan digunakan sesuai tujuan.
“Kalau anak yang menerima bantuan, maka anak juga harus ikut merasakan manfaatnya. Saya ingin mereka senang, lebih percaya diri, dan semakin semangat untuk belajar,” katanya.
Selain berbicara mengenai pemanfaatan bantuan, Bang Pur mendorong para koordinator desa agar berperan aktif dalam melakukan pendataan siswa yang membutuhkan dukungan pendidikan. Ia meminta proses pengusulan penerima PIP Aspirasi terus dilakukan secara tepat agar peluang mendapatkan bantuan dapat dirasakan lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.
Silaturahmi tersebut juga diisi dengan dialog serta penyampaian berbagai aspirasi masyarakat. Masukan yang disampaikan dalam pertemuan itu selanjutnya akan menjadi bahan bagi Bang Pur dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengawalan kebijakan pendidikan melalui Komisi X DPR RI.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Bang Pur, koordinator desa, wali murid, dan para siswa penerima PIP Aspirasi. []

