
Menteri P2MI Mukhtarudin Siapkan 500 Ribu PMI, Program SMK Go Global Digenjot
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin menargetkan pemberangkatan 500.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk periode 2026-2029 melalui program SMK Go Global. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kerja lulusan vokasi di pasar internasional.
“Ini merupakan program yang disampaikan oleh Bapak Presiden pada rapat kabinet 20 Oktober 2025, dan kita sudah mempersiapkan dan memberangkatkan 300.000 lulusan SMK dan 200.000 adalah dari umum,” ujar Mukhtarudin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (8/4/2026).
Mukhtarudin menjelaskan bahwa implementasi program ini sudah mulai berjalan melalui dua kategori, yakni reguler dan direktif presiden. Untuk jalur reguler, sejumlah lulusan SMK telah ditempatkan di Bulgaria dan Jepang melalui skema private to private (P2P).
“Yang reguler sudah berjalan dan kita sudah ada penempatan di kurang lebih pada tanggal 24 Februari sekitar 6 lulusan SMK, kemudian 2 April 1.000 orang ke Bulgaria khusus hospitality dari Bali dengan skema private to private (P2P),” tuturnya, dikutip dari Golkarpedia.
Pemberangkatan juga menyasar sektor industri di Asia. “Kemudian tanggal 3 April 2026 sebanyak 200 yang diberangkatkan ke Jepang dengan skema P2P untuk sektor manufaktur kelistrikan dan food processing,” sambungnya.
Untuk jalur direktif presiden, kementerian fokus pada penguatan kelembagaan vokasi agar para peserta tidak hanya berhenti di tahap pelatihan, tetapi langsung pada penempatan kerja.
“Dan kita sudah menciptakan ekosistem sebagai upaya kita untuk mempersiapkan dari sisi hulu, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari sisi hulunya dalam melakukan peningkatan ekosistem pengembangan vokasi,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian P2MI bekerja sama dengan 12 kementerian/lembaga serta 12 migrant center. Kerja sama juga mencakup sejumlah perguruan tinggi seperti UI, Undip, Unhas, hingga UPN Yogyakarta.
Berdasarkan data kementerian, layanan penempatan PMI sepanjang tahun 2025 mencapai 296.948 orang, angka yang diklaim melebihi target tahunan. “Serta di periode 1 Januari sampai dengan 7 April 2026 sebanyak 70.731 layanan penempatan,” pungkasnya. []

