Menko Airlangga Siapkan Bali Jadi Pusat Finansial Internasional, Tawarkan Skema ‘Surga Pajak’

Menko Airlangga Siapkan Bali Jadi Pusat Finansial Internasional, Tawarkan Skema ‘Surga Pajak’

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian mengatakan International Financial Center (IFC) atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali akan menjadi surga pajak, layaknya di Dubai dan Singapura.

PFII ini dirancang dengan regulasi kompetitif yang menawarkan insentif pajak hingga nol persen. Airlangga menilai, insentif pajak kompetitif, termasuk pajak nol persen, menjadi hal yang lumrah digunakan untuk menarik arus modal global. Ia menegaskan itu sudah mengikuti pola dari negara-negara lain.

“Surga pajak ada di mana sekarang. Di Dubai juga ada surga pajak. Singapura juga ada surga pajak,” kata Airlangga di kantornya, Kamis (25/6/2026).

Pemerintah sendiri tengah mempersiapkan Bali sebagai pusat keuangan internasional atau International Financial Center (IFC), dengan mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura dan Sanur, sebagai motor penggerak investasi.

Langkah ini sebagai wujud dari upaya pemerintah untuk menjajaki kesiapan pengembangan IFC sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Selain itu, juga sebagai upaya untuk mendorong realisasi investasi, khususnya di sektor pariwisata berkualitas dan layanan kesehatan berstandar internasional.

Dalam mendorong upaya ini, Airlangga menegaskan pemerintah kini tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK Sektor Keuangan di Bali.

Regulasi tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang mampu menarik investor global. Dia juga menyampaikan, KEK Kura-Kura sebagai kawasan IFC nantinya akan dibicarakan langsung dengan Danantara.

“Jadi apa yang (KEK) Kura Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara,” ujar Airlangga.

Ia mengatakan Pusat Finansial Khusus nantinya bertugas mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman, di tengah gejolak geopolitik global.

READ  Dipanggil Prabowo ke Istana, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jamin BBM Subsidi Aman dan Bantah Kelangkaan Batu Bara
CATEGORIES
TAGS
Share This