Mendukbangga Wihaji: Program Genting Bantu Keluarga Berisiko Stunting yang Terkendala Sertifikat

Mendukbangga Wihaji: Program Genting Bantu Keluarga Berisiko Stunting yang Terkendala Sertifikat

MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) membantu rumah layak huni bagi keluarga yang berisiko mengalami kekurangan gizi.

Wihaji menjelaskan, kolaborasi melalui Genting menjadi solusi untuk menjangkau keluarga yang belum dapat menerima bantuan pemerintah karena terkendala persyaratan administratif.

“Kalau mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), seringkali sulit karena ada syarat sertifikat dan sebagainya. Oleh karena itu, harus ada cara lain melalui orang tua asuh yang persyaratannya tidak rumit, tetapi negara tetap hadir,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Wihaji menyampaikan hal itu saat meninjau langsung sejumlah keluarga risiko stunting (KRS) di Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, sebagai bagian dari upaya Kemendukbangga/BKKBN memperkuat intervensi pencegahan stunting dari hulu.

Dalam kunjungan tersebut, Wihaji juga menyerahkan bantuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B), bantuan nutrisi, serta menyaksikan penyerahan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni kepada tiga keluarga penerima manfaat.

Ia menegaskan, pencegahan stunting harus dilakukan sebelum anak mengalami gangguan pertumbuhan, yakni melalui intervensi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Keluarga risiko stunting kita data. Tadi saya melihat tiga titik, kemarin dua titik. Mereka memiliki anak pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Sebelum terjadi stunting, kita lakukan pendekatan, termasuk memperbaiki kondisi rumahnya,” ujar dia, dikutip dari Antaranews.

Dalam peninjauan tersebut, Wihaji juga berdialog langsung dengan keluarga penerima manfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan anak, kebutuhan gizi, pola pengasuhan, kondisi ekonomi, serta kelayakan lingkungan tempat tinggal. Menurut dia, pemenuhan gizi harus diiringi dengan lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik, akses air bersih, dan hunian yang layak agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.

READ  Usai Bertemu Prabowo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan BBM Subsidi Tetap Aman Meski Harga Minyak Berfluktuasi

Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni merupakan bagian dari pelaksanaan Genting yang mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membantu keluarga berisiko stunting sesuai kebutuhannya.

Dalam kegiatan tersebut, PT Timah berperan sebagai orang tua asuh dengan memberikan dukungan perbaikan rumah kepada keluarga penerima manfaat. Ia menegaskan, keterbatasan dokumen kepemilikan tanah tidak seharusnya membuat keluarga yang membutuhkan kehilangan kesempatan memperoleh bantuan.

“Masa hanya karena tidak memiliki sertifikat, negara tidak hadir, tentu itu tidak adil. Oleh karena itu, kita bantu sesuai dengan kewenangan yang kita miliki,” tuturnya.

Menurut dia, melalui intervensi terpadu kolaborasi dari berbagai pihak mulai dari pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga perbaikan rumah tidak layak huni, pemerintah berupaya memastikan setiap keluarga berisiko stunting memperoleh layanan yang tepat sasaran dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas. []

CATEGORIES
TAGS
Share This