Loading Now

Ingin Makanan Otentik Kukar Mendunia, Hetifah Dorong Kebijakan Ekraf Kuliner

Ingin Makanan Otentik Kukar Mendunia, Hetifah Dorong Kebijakan Ekraf Kuliner

Sub sektor kuliner memiliki peran penting dalam pembentukan PDRB Kalimantan Timur, sehingga pengembangannya menjadi perhatian utama. Hal ini ditekankan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Sub Sektor Kuliner di Kalimantan Timur, khusus bagi para pelaku Parekraf Kutai Kartanegara (Kukar) pada Sabtu (10/2/24).

Kegiatan yang digagas oleh Hetifah Sjaifudian, anggota DPR RI Dapil Kaltim, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini menghadirkan 75 pelaku parekraf Kukar dan narasumber kompeten seperti Seliana Halia Ishak (Sekretaris Deputi Bidang Kajian Strategis Kemenparekraf RI), Sugiarto (Sekretaris Dinas Pariwisata Kukar), Mochammad Ardani (Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia), dan Dudi Sugandi (Visual Content Creator).

Sugiarto dalam sambutannya menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan pembentukan kebijakan yang mengakomodasi semua pihak, terutama menjelang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.

“Perlunya koordinasi lintas sektoral, dan membentuk suatu kebijakan yang mengakomodir lapisan bawah,” harapnya.

Seliana Halia Ishak menambahkan bahwa dengan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada 2045, generasi muda perlu didorong untuk maju, termasuk dalam ekonomi kreatif. Kuliner menjadi salah satu sub sektor unggulan, dan diharapkan para pemuda dapat memiliki jiwa usaha.

“Kuliner menjadi salah satu unggulan sub sektor ekonomi kreatif, merupakan tiga terbesar di samping fashion dan kriya. Kami terus dorong para muda untuk mempunyai jiwa usaha,” lanjut Sugiarto.

Acara ini juga dimeriahkan dengan demo masak makanan khas Kukar yaitu Ikan Patin Gence dengan Gangan Asam Keladi.

Hetifah Sjaifudian, yang telah tiga periode menjabat sebagai anggota DPR RI, menyampaikan bahwa pengembangan kuliner akan memajukan pariwisata. Menawarkan keunikan lokal akan memperkuat identitas dan menarik wisatawan untuk mengenal budaya setempat. “Hal ini akan meningkatkan daya tarik wisata dan mendorong ekonomi lokal,” paparnya.

Hetifah juga membagikan tips agar UMKM kuliner memenuhi standar kesehatan dan regulasi produk makanan, yaitu dengan menggunakan bahan-bahan segar, pengolahan dan penyajian yang higienes, serta peralatan masak dan penyajian yang aman.

Di bidang kebijakan, Hetifah menegaskan pentingnya dukungan anggaran, pengawasan, dan Undang-undang tentang Ekonomi Kreatif yang mencakup perlindungan hak kekayaan intelektual, insentif fiskal, serta regulasi yang mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

“Kami terus mendorong Pemerintah dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan dan melibatkan secara aktif pelaku ekonomi kreatif di seluruh sub-sektor, untuk mendukung penguatan ekonomi kreatif,” tutupnya. (sumber)