
Idrus Marham Bela Kinerja Bahlil, Sebut Kebijakan Energi Sudah Terukur
Kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di sektor energi dinilai sudah terukur. Beberapa di antaranya mengenai legalisasi sumur minyak rakyat, pemberantasan mafia tambang, hingga ketegasan dalam mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tidak produktif atau melanggar aturan.
“Bahlil berada di garis depan, memastikan masyarakat ikut menjadi subyek-pelaku dalam pengelolaan sumber daya alam, bukan hanya penonton, tidak jadi objek,” tegas Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.
Hal itu merespons hasil jajak pendapat terhadap Bahlil. Idrus menegaskan bahwa penilaian terhadap kinerja seorang pembantu presiden tidak boleh dilepaskan dari fakta objektif dan capaian nyata di lapangan.
“Survei itu sah-sah saja, tapi tidak boleh bertentangan dengan akal sehat dan fakta. Kita harus objektif dalam melihat kinerja pemerintah,” ujar Idrus.
Ia khawatir ada faktor subjektivitas atau kepentingan tertentu di balik data yang disajikan. “Bisa saja orang menilai ada faktor subjektivitas, bahkan mungkin karena pesanan,” ujar Idrus.
Bahlil, kata dia, merupakan salah satu menteri yang berada di garis terdepan dalam menjalankan visi besar Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional. Menurutnya, Bahlil berhasil mentransformasi masyarakat dari sekadar objek menjadi subjek atau pelaku dalam pengelolaan sumber daya alam.
Data Kementerian ESDM hingga awal 2026 menunjukkan tren positif, di antaranya kenaikan lifting minyak nasional dan stabilitas pasokan gas domestik. Di sektor hilirisasi, investasi pada komoditas nikel, tembaga, dan batu bara mencapai ratusan triliun rupiah, termasuk percepatan implementasi biodiesel B50 untuk menekan impor energi.
Di sisi lain, program pro-rakyat seperti Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan listrik desa (Lisdes) terus diperluas. Hingga 2026, jutaan rumah tangga berpenghasilan rendah dan wilayah terpencil telah memperoleh akses listrik.
“Rakyat di daerah terpencil yang puluhan tahun tidak menikmati listrik, sekarang sudah merasakan. Itu kerja nyata,” ujar Idrus.

