Hadapi Gejolak Global, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siapkan Kejutan Mandatori B50 di KTT ASEAN

Hadapi Gejolak Global, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siapkan Kejutan Mandatori B50 di KTT ASEAN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, untuk memastikan stabilitas energi nasional tetap terjaga melalui langkah-langkah diversifikasi energi. Sebab, kondisi energi kini sedang tidak menentu di tengah gejolak geopolitik di Timur Tengah.

“Kondisi energi global saat ini sedang tidak menentu. Kita harus lakukan diversifikasi energi, agar ketika satu sumber energi sulit didapat, kita masih punya sumber energi yang lain,” kata Bahlil dalam keterangannya, Sabtu, 9 Mei 2026.

Bahlil menjelaskan, pertemuan kali ini dilakukan untuk memastikan ketahanan dan resiliensi energi di kawasan ASEAN, melalui upaya-upaya diversifikasi energi. Hal ini menjadi salah satu kunci menghadapi krisis energi yang tengah melanda dunia global saat ini.

Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, Indonesia yang dianugerahi potensi energi terbarukan yang melimpah, telah memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif sebagai upaya mencapai ketahanan dan kemandirian energi. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt, mandatori biodiesel yang akan segera ditingkatkan menjadi 50 Persen, hingga peningkatan penggunaan kendaraan listrik, menjadi langkah-langkah utama prioritas Pemerintah.

“Beruntung Indonesia memiliki banyak sumber energi alternatif selain fosil, yang juga berperan strategis pada upaya ketahanan energi,” ucapnya.

Pernyataan ini senada dengan yang disampaikan Presiden Prabowo pada sesi pleno KTT ASEAN ke-48 kali ini. Prabowo menyampaikan, negara-negara ASEAN harus siap menghadapi gangguan pada pasokan energi yang dapat terjadi berkepanjangan.

Menurutnya, ketahanan energi kawasan tidak dapat dibangun secara reaktif, tetapi harus dipersiapkan secara proaktif melalui pendekatan yang jelas dan berorientasi ke depan.

Prabowo juga menyerukan kepada para Kepala Negara ASEAN untuk bergerak cepat beralih kepada sumber energi alternatif, memperluas pemanfaatan energi terbarukan, dan memperkuat kesiapan menghadapi skenario global.

READ  Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Lahadalia Dorong Konektivitas Energi untuk Wilayah 3T

“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan,” kata Prabowo.

CATEGORIES
TAGS
Share This