
Menko Airlangga Hartarto Ungkap Alasan Jumat Dipilih Jadi Hari WFH ASN
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap alasan pemerintah memilih hari Jumat sebagai hari kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, Jumat dipilih karena beban kerja pada hari tersebut cenderung lebih ringan dibandingkan hari lainnya.
“Kita pilih hari Jumat karena memang beban kerjanya setengah, tidak sepenuh dari Senin sampai Kamis,” ujar Airlangga dalam konferensi pers.
Jumat Dinilai Paling Fleksibel
Airlangga menjelaskan bahwa aktivitas kerja pada hari Jumat di banyak instansi biasanya lebih singkat dan tidak sepadat hari kerja lainnya. Hal ini membuat penerapan WFH dinilai lebih efektif tanpa mengganggu produktivitas secara keseluruhan.
Selain itu, kebijakan ini juga mengacu pada praktik yang sudah diterapkan sejumlah kementerian sejak masa pandemi, dengan dukungan sistem digital.
WFH Berlaku Mulai 1 April 2026
Pemerintah resmi menetapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap hari Jumat, yang mulai berlaku pada 1 April 2026. Kebijakan ini akan diterapkan di instansi pusat maupun daerah dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini diatur melalui surat edaran dari kementerian terkait, termasuk Kementerian PANRB dan Kementerian Dalam Negeri.
Sektor Publik dan Strategis Tetap Normal
Meski WFH diterapkan, pemerintah memastikan bahwa sektor pelayanan publik dan sektor strategis tetap berjalan seperti biasa.
Beberapa sektor yang tetap beroperasi penuh antara lain:
- Kesehatan
- Keamanan
- Transportasi & logistik
- Energi & air
- Keuangan dan perbankan
“Pelayanan publik tetap berjalan, dan kegiatan produktif seperti perbankan dan pasar modal juga tetap normal,” jelas Airlangga.
Swasta Diimbau Ikuti Kebijakan
Pemerintah juga mengimbau sektor swasta untuk menerapkan kebijakan serupa, dengan penyesuaian sesuai kebutuhan masing-masing industri.
Langkah ini diharapkan dapat membantu efisiensi energi sekaligus menjaga stabilitas aktivitas ekonomi nasional.
Sektor Pendidikan Tetap Tatap Muka
Untuk sektor pendidikan, kegiatan belajar-mengajar tetap dilakukan secara tatap muka untuk jenjang dasar hingga menengah selama lima hari dalam sepekan.
Sementara itu, untuk perguruan tinggi, pelaksanaan sistem belajar disesuaikan dengan kebijakan masing-masing kementerian terkait.
Strategi Efisiensi di Tengah Tekanan Global
Kebijakan WFH ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi tekanan global, termasuk kenaikan harga energi, tanpa mengganggu produktivitas nasional.

