
Sambut Supiat Korban TPPO Kamboja, Menteri P2MI Mukhtarudin Ingatkan Bahaya Loker Facebook dan Desak Pakai SISKOP2MI
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyambut langsung kedatangan Supiat (22), Warga Negara Indonesia (WNI) asal Barito Selatan, Kalimantan Tengah, yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Penyambutan ini dilakukan secara hangat di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mukhtarudin memberikan peringatan keras kepada seluruh masyarakat agar selalu menggunakan jalur resmi atau prosedural jika ingin bekerja di luar negeri, terutama di tengah maraknya modus operandi penipuan berbasis digital.
“Setiap warga negara yang memiliki minat dan rencana untuk bekerja di luar negeri diwajibkan untuk selalu menggunakan jalur prosedural (resmi),” tegas Mukhtarudin melalui pernyataan yang dikonfirmasi.
Terjebak Iming-Iming Loker Kebun Malaysia di Facebook
Supiat, pemuda kelahiran 7 Juli 2004 asal Desa Bintang Kurung, Kabupaten Barito Selatan, Kalteng, menceritakan kisah pilu yang dialaminya. Ia mengaku awalnya tergiur oleh unggahan lowongan kerja di media sosial Facebook oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Setelah merespons unggahan tersebut, komunikasi berlanjut ke ruang obrolan privat dan saling bertukar nomor WhatsApp.
Sindikat perdagangan orang tersebut menjanjikan Supiat pekerjaan legal sebagai petugas pembersih kebun di Malaysia dengan iming-iming gaji besar. Namun nahas, setibanya di luar negeri, jalur perjalanannya dialihkan secara paksa ke Kamboja. Di sana, Supiat justru disekap dan dipaksa bekerja sebagai operator penipuan daring (online scam).
Gunakan SISKOP2MI untuk Verifikasi Keabsahan Lowongan
Berkaca dari tragedi yang menimpa Supiat, Menteri Mukhtarudin mengimbau masyarakat agar tidak mudah memercayai akun-akun media sosial pribadi yang menjanjikan proses instan tanpa dokumen yang jelas.
Ia mendesak masyarakat untuk proaktif melakukan verifikasi mandiri mengenai keabsahan perusahaan, detail pekerjaan, negara penempatan, hingga persyaratan dokumen resmi melalui jembatan sistem integrasi resmi pemerintah di situs web SISKOP2MI.
“Jangan mudah percaya jalur instan. Lakukan kroscek mandiri di situs resmi SISKOP2MI untuk memastikan bahwa lowongan kerja dan agen penyalur tersebut benar-benar aman serta legal di bawah pengawasan negara,” imbuh politisi senior Partai Golkar tersebut.
Pesan Emosional Supiat: ‘Jangan Tergiur Gaji Besar’
Di hadapan Menteri Mukhtarudin, Supiat tak kuasa menahan emosi saat menyampaikan pesan yang ditujukan khusus kepada warga Kalimantan Tengah agar tidak terjebak dalam lubang yang sama. Pengalaman pahit disekap dan dieksploitasi di negeri orang meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya.
Supiat mengaku bahwa saat ini dirinya masih dirundung rasa takut yang luar biasa dan enggan untuk mencoba peruntungan bekerja di luar negeri dalam waktu dekat.
“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar karena risikonya sangat besar jika bekerja lewat jalur yang tidak resmi,” pesan Supiat dengan nada bergetar.
Dipulangkan Gratis dan Dikawal Hingga Depan Rumah
Kementerian P2MI memastikan jadwal pemulangan Supiat menuju kampung halamannya di Kalimantan Tengah telah dimatangkan. Pemuda tersebut akan diterbangkan setelah seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan primer dan penanganan transit di Jakarta selesai difasilitasi secara gratis oleh pemerintah.
Sesuai komitmen awal untuk memberikan perlindungan berlapis, Supiat tidak akan dibiarkan melakukan perjalanan domestik sendirian. Petugas di lapangan akan mendampingi dan menggunakan kendaraan operasional dinas untuk memastikan Supiat tiba dengan selamat sampai di hadapan keluarganya di Barito Selatan.

