KEK Kendal & Batang Nyaris 100% Penuh! Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Desak Pengusaha Terus Ekspansi

KEK Kendal & Batang Nyaris 100% Penuh! Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Desak Pengusaha Terus Ekspansi

MENTERI Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sejumlah sektor usaha masih melakukan ekspansi. “Saya percaya para pengusaha kalau ada kesempatan untuk meningkatkan produksi, secara natural mereka akan meningkatkan produksi,” kata Airlangga, di Jakarta Selatan pada Senin, 29 Juni 2026.

Airlangga mengatakan, keinginan ekspansi utamanya dimiliki perusahaan yang ingin memanfaatkan modalnya. Sehingga pengusaha pun berharap pada kinerja penjualan yang lebih tinggi.

Ia kemudian mencontohkan okupansi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau yang hampir penuh. “Di Kendal, Batang itu juga sudah hampir 100 persen penuh lokasinya,” ujarnya.

Politikus Golkar itu juga mengungkapkan rencana investasi pusat data atau data center dengan kapasitas hingga 1,2 gigawatt (GW) di Indonesia.

Survei Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) pada 2025 mengungkapkan hanya 39 persen pengusaha menyatakan siap berinvestasi atau melakukan ekspansi usaha selama enam bulan ke depan.

Hasil survei itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin, Aviliani, dalam acara peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 46 yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Dalam paparan Aviliani, sebanyak 71 persen pengusaha percaya bahwa kebijakan pro-growth bisa memperkuat sektor riil. Akan tetapi, kepercayaan tersebut tidak serta-merta meningkatkan kesiapan mereka untuk berinvestasi. “Itu artinya apa? Berarti pemerintah harus lebih mengkomunikasikan bahwa peran swasta itu masih dibutuhkan,” ucapnya akhir pekan lalu.

Kadin menilai sektor swasta perlu lebih dilibatkan dalam program-program pemerintah. Aviliani menuturkan, kontribusi sektor swasta dalam berinvestasi masih dominan yaitu sebesar 80 persen. Sementara peran BUMN dan Danantara sebesar 15 persen.

Oleh karena itu, kata Aviliani, pemerintah sebaiknya memberdayakan swasta dalam berbagai program, seperti pertanian dan makan bergizi gratis. “Karena swasta itu mereka sudah siap dengan berbagai hal. Pemerintah juga tidak perlu mengeluarkan banyak uang dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” ucapnya.

READ  Menkomdigi Meutya Hafid: 19 Persen Penduduk RI Belum Terhubung Internet, 3.000 Desa Jadi Prioritas
CATEGORIES
TAGS
Share This