Atalia Praratya Apresiasi Layanan Haji di Madinah, Dorong Evaluasi Akomodasi agar Lebih Merata

Atalia Praratya Apresiasi Layanan Haji di Madinah, Dorong Evaluasi Akomodasi agar Lebih Merata

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, memberikan apresiasi terhadap peningkatan kualitas layanan yang diterima jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah. Namun demikian, ia menegaskan perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap aspek akomodasi guna memastikan seluruh jemaah memperoleh pelayanan yang setara.

Menurut Atalia, suasana dan kondisi di Madinah secara umum dinilai lebih kondusif dibandingkan Makkah. Kendati demikian, setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji, banyak jemaah mengalami penurunan kondisi fisik maupun psikologis akibat kelelahan selama menjalankan ibadah.

“Sebetulnya secara umum kondisi Madinah itu lebih nyaman daripada Makkah. Tetapi biasanya setelah puncak haji, jemaah mengalami penurunan kondisi fisik, kesehatan, bahkan mental karena mereka sudah melewati fase utama ibadah dan ingin segera pulang ke Tanah Air,” kata Atalia saat diwawancarai wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/26).

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pemulangan jemaah telah diatur secara bertahap oleh pemerintah untuk menjaga kelancaran dan ketertiban proses kepulangan. Oleh sebab itu, para jemaah diimbau memanfaatkan waktu yang tersisa di Madinah untuk meningkatkan kualitas ibadah.

“Saya berharap momen berada di Madinah dapat dimaksimalkan untuk beribadah di Masjid Nabawi. Suasananya lebih nyaman dan tidak terlalu panas dibandingkan Makkah, sehingga menjadi kesempatan yang baik bagi jemaah,” jelas Anggota Timwas Haji DPR RI 2026 tersebut.

Dalam kegiatan pengawasan yang dilakukan Timwas DPR RI sebelumnya, Atalia menemukan sejumlah hotel di Madinah yang dinilai memberikan layanan berkualitas tinggi bagi jemaah Indonesia. Ia menyebut beberapa di antaranya bahkan menawarkan fasilitas dengan standar yang setara hotel berbintang.

“Pada saat kami datang ke Madinah, kami melihat ada beberapa hotel yang memberikan fasilitas sangat baik. Kalau tidak salah sekitar delapan hotel, dan jemaah kita bisa mendapatkan pelayanan setara hotel bintang lima,” ungkap legislator dari Dapil Jawa Barat I itu.

READ  Rapat Panas di Senayan! Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun Pertanyakan Prestasi Cuan Triliunan Bank Indonesia

Meski terdapat peningkatan layanan, Atalia mengakui masih terdapat perbedaan kualitas akomodasi yang diterima jemaah. Sebagian masih menempati hotel yang berjarak cukup jauh dari pusat kegiatan ibadah, sementara sebagian lainnya memperoleh fasilitas yang lebih representatif.

“Memang ada yang mendapatkan akomodasi sangat baik, ada juga yang lokasinya lebih jauh. Karena itu evaluasi harus terus dilakukan agar pelayanan bisa semakin merata,” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah telah menunjukkan komitmen untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap berbagai layanan penyelenggaraan haji, termasuk sektor akomodasi.

“Saya mendengar sendiri bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terkait seluruh layanan, termasuk akomodasi yang jauh maupun yang dinilai belum layak. Ini penting agar penyelenggaraan haji ke depan semakin baik,” tegasnya.

Atalia berharap hasil evaluasi terhadap berbagai aspek layanan, mulai dari transportasi, akomodasi, kesehatan, hingga proses pemulangan jemaah, dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada masa mendatang. Dengan perbaikan yang berkelanjutan, pelayanan kepada jemaah haji Indonesia diharapkan semakin optimal dari tahun ke tahun.

CATEGORIES
TAGS
Share This