Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini Minta Edukasi Masif Buntut Temuan Kasus Hantavirus di Jakarta

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini Minta Edukasi Masif Buntut Temuan Kasus Hantavirus di Jakarta

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta pemerintah segera memperkuat langkah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait temuan kasus hantavirus di Jakarta. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Yahya menyusul ditemukannya empat kasus hantavirus di Jakarta sepanjang tahun 2026. “Dengan ditemukannya kasus hantavirus di Jakarta, saya minta pemerintah segera bergerak cepat menangani kasus yang terjadi,” kata Yahya Jumat, (15/5/26).

Menurut Yahya, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu terus mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah promotif dan preventif dalam menghadapi hantavirus. “Saya minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tetap menjaga ketenangan, tidak panik,” ujar politisi senior Partai Golkar tersebut.

Ia berharap edukasi yang masif dapat membantu menekan penyebaran hantavirus sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas terkait. Diketahui, hantavirus merupakan virus yang ditularkan hewan pengerat seperti tikus dan dapat menyebabkan penyakit serius hingga berujung kematian pada manusia.

Yahya menjelaskan, penularan virus ini bukan terjadi antarmanusia, melainkan dari hewan pengerat ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui udara yang terkontaminasi, kontak langsung dengan urine, air liur, maupun kotoran tikus, termasuk melalui gigitan tikus.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pencegahan dimulai dari lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah agar terbebas dari tikus dan potensi kontaminasi.

Selain itu, Yahya mengimbau penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan ketika membersihkan area yang berpotensi tercemar. “Gunakan disinfektan jika membersihkan ruangan yang terkontaminasi oleh kotoran tikus,” ujar legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII tersebut.

Yahya juga mengapresiasi langkah cepat Kementerian Kesehatan dalam memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia. Ia menilai kebijakan penguatan pengawasan melalui thermal scanner, pengamatan visual, serta sistem surveilans pelaku perjalanan merupakan langkah yang tepat.

READ  Anggota DPR RI Dari Fraksi Partai Golkar Puteri Komarudin Raih Penghargaan Outstanding Young Leader di CNN Indonesia Awards 2026

Meski demikian, ia meminta pengawasan tersebut terus diperketat guna mencegah potensi penyebaran hantavirus di Indonesia.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan whole genome sequencing (WGS). Pemerintah juga memperkuat kesiapan 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di berbagai daerah.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, memastikan pemerintah terus melakukan pemantauan ketat terhadap kontak erat pasien hantavirus yang ditemukan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa virus tersebut tidak mudah menular antarmanusia seperti COVID-19.

“Kita akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman,” ujar Budi, Kamis, (14/5/26).

Hingga saat ini, seluruh hasil pemeriksaan terhadap kontak erat pasien dinyatakan negatif. Meski demikian, pasien masih menjalani isolasi untuk memastikan masa inkubasi penyakit dapat dilalui dengan aman. Pemerintah menetapkan masa pemantauan selama dua minggu sejak 8 Mei 2026.

Budi menambahkan, Indonesia kini memiliki sistem pengawasan penyakit yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, terutama setelah pengalaman menghadapi pandemi COVID-19. “Indonesia sejak pandemi COVID-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2), Andi Saguni, menyampaikan bahwa pasien saat ini dirawat di RSPI Sulianti Saroso karena rumah sakit tersebut memiliki fasilitas khusus untuk penanganan penyakit infeksi.

CATEGORIES
TAGS
Share This