
Indonesia Tampil di China, Menteri UMKM Maman Abdurrahman Fokus Ekosistem Pangan
JAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem pangan global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 yang digelar di Wuhan, China. Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong kerja sama strategis untuk memperkuat rantai pasok dan memperluas akses pasar internasional.
Tiga Strategi Utama Penguatan Ekosistem Pangan
Maman menjelaskan bahwa terdapat tiga prioritas utama dalam membangun kekuatan pangan nasional di tingkat global, yaitu penguatan rantai pasok yang terintegrasi, kolaborasi teknologi dan inovasi industri, serta perluasan akses pasar dan investasi.
Menurutnya, kerja sama Indonesia dan China harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital.
“Dalam memperkuat kemitraan ekosistem pangan Indonesia dan China, terdapat tiga prioritas utama yang perlu kita dorong bersama, yaitu penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, kolaborasi teknologi dan inovasi industri pangan, serta perluasan akses pasar dan kemitraan investasi. Kerja sama ini harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital,” ujar Maman dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (1/4/2026).
Menurutnya, kerja sama Indonesia dan China harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital.
Indonesia Pavilion Tampil di Pameran Global
Kehadiran Indonesia di forum tersebut juga ditandai dengan peresmian Paviliun Indonesia dalam ajang The 14th China Food Trade Fair 2026.
Sebanyak 17 eksibitor ditampilkan, mulai dari sektor perikanan hingga produk olahan bernilai tambah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk pangan Indonesia ke pasar global.
Maman menegaskan bahwa kerja sama internasional harus memberikan dampak nyata bagi industri dalam negeri melalui investasi jangka panjang.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global,” ujarnya.
Dorong Investasi dan Produksi di Dalam Negeri
Ketua Umum Asian Trade Tourism & Economics Council (ATTEC), Budihardjo Iduansjah, menilai forum ini sebagai peluang strategis untuk menarik investasi industri ke Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi dengan investor China tidak hanya meningkatkan ekspor, tetapi juga membuka peluang pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri.
Optimisme Perdagangan Indonesia–China
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan optimisme terhadap prospek perdagangan Indonesia dan China.
Dengan pasar China yang besar, kerja sama antar pelaku usaha dinilai akan terus berkembang dan membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk Indonesia.
Ekspansi Restoran Jadi Strategi Baru
Selain sektor pangan, forum ini juga mendorong ekspansi restoran Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari program “jalur rempah”.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekspor berkelanjutan, di mana restoran Indonesia menjadi etalase sekaligus penggerak permintaan produk dalam negeri.
