
Menteri UMKM Maman Abdurrahman Genjot Akses Pasar China untuk Produk UMKM Indonesia
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong perluasan akses pasar global bagi pelaku usaha dalam negeri, salah satunya melalui penguatan kerja sama dengan China.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa kunjungannya ke Beijing merupakan langkah strategis untuk membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi UMKM Indonesia.
“Kedatangan kami ke sini adalah untuk membuka pasar bagi pengusaha kecil dan menengah kita. Sebagai Menteri UMKM, saya memiliki tanggung jawab untuk mengamankan akses pasar sebesar-besarnya bagi pelaku usaha nasional,” ujar Maman.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri forum “Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026”, yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara serta para pemangku kebijakan di sektor perdagangan dan investasi.
Forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara Indonesia dan China dalam pengembangan UMKM, khususnya dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk nasional di tingkat global.
Selain menghadiri forum, Maman juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan strategis dengan pejabat dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Kementerian Perdagangan China, serta sejumlah perusahaan besar di Tiongkok.
Pertemuan tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret, baik dalam bentuk ekspor produk UMKM maupun investasi yang dapat memperkuat kapasitas produksi dalam negeri.
Tak hanya itu, Maman juga akan bertemu dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring diaspora dalam mendukung promosi produk UMKM di luar negeri.
Ia menilai China merupakan pasar yang sangat potensial, mengingat jumlah penduduknya yang mencapai sekitar 1,4 miliar jiwa. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara juga memiliki potensi besar dalam menjalin kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.
Dengan potensi pasar yang besar dari kedua negara, Maman optimistis kolaborasi ini akan menjadi pendorong utama bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.

