Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter generasi bangsa.
Menurut Wihaji, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk memperkuat salah satu dari delapan fungsi keluarga, yakni fungsi agama. Pasalnya, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak belajar nilai kehidupan yang membentuk karakter, sikap, serta cara pandang dalam menjalani kehidupan.
“Dalam pembangunan keluarga ada delapan fungsi keluarga, mulai dari fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi hingga pembinaan lingkungan. Di bulan Ramadan ini, fungsi agama menjadi sangat penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam keluarga,” ujar Wihaji di Jakarta, Senin (09/03/2026) mengutip keterangan resmi, dikutip dari Golkarpedia.
Ia menambahkan, kebersamaan sederhana seperti berbuka puasa bersama keluarga menjadi ruang penting untuk mempererat komunikasi dan memperkuat hubungan antar anggota keluarga. Kebersamaan tersebut juga menjadi bagian dari siklus kehidupan keluarga yang terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.

