
Menperin Agus Gumiwang: Hilirisasi Kayu Adalah Model Ekonomi Krusial, Targetkan RI Pimpin Desain Dunia
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan hilirisasi kayu menjadi model ekonomi yang sangat krusial bagi Indonesia. Ia mengatakan industri furnitur memiliki sifat padat karya sehingga mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja di berbagai daerah.
Sektor industri pengolahan nasional menunjukkan performa gemilang dengan pertumbuhan sebesar 5,30 persen sepanjang tahun 2025. Capaian impresif tersebut berhasil melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada level 5,11 persen.
“Industri furnitur merupakan model hilirisasi kayu yang krusial karena bersifat padat karya, mampu menciptakan nilai tambah. Sektor ini juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global yang nilainya mencapai lebih dari USD 736,21 miliar,” ujar Agus di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Nilai pasar furnitur internasional saat ini tercatat telah menembus angka fantastis sebesar USD 736,21 miliar. Pemerintah memproyeksikan Indonesia akan memimpin dalam aspek desain serta keberlanjutan produk pada lima tahun mendatang.
Agus menjelaskan sektor ini memberikan efek berganda yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Posisi manufaktur Indonesia kini menempati peringkat pertama di kawasan ASEAN dengan nilai tambah yang sangat tinggi.
Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi industri. Ia mengatakan Indonesia harus beralih peran dari sekadar produsen menjadi pusat manufaktur global yang berbasis pada kelestarian.
Putu menyatakan industri furnitur merupakan pilar strategis dalam upaya hilirisasi berbasis sumber daya alam milik negara. Penguatan struktur industri nasional dilakukan melalui modernisasi mesin guna meningkatkan daya saing pada pasar domestik.
“Kami berkomitmen mendorong transformasi industri furnitur agar tidak hanya menjadi produsen. Industri ini juga diarahkan menjadi pusat manufaktur global berbasis desain dan keberlanjutan,” ujar Putu.
Pemerintah secara konsisten memberikan dukungan produktivitas melalui program restrukturisasi peralatan mesin bagi pengolahan kayu. Sebanyak 35 perusahaan telah menerima fasilitas subsidi mesin dengan total nilai mencapai Rp26,1 miliar.
Putu menjelaskan program tersebut berhasil memicu lonjakan produktivitas perusahaan hingga menyentuh angka 32,65 persen. Kualitas produk juga mengalami peningkatan tajam sebesar 36,28 persen setelah perusahaan melakukan pembaruan teknologi produksi.
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menyambut baik kolaborasi strategis dengan kementerian dalam menjaga ketersediaan bahan baku. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong inovasi desain serta penggunaan material yang ramah terhadap lingkungan.
Abdul Sobur menjelaskan sinergi ini sangat penting agar produk perajin lokal mampu bersaing secara adil. Produk furnitur nasional harus tetap berkualitas tinggi agar dapat diterima dengan baik oleh konsumen mancanegara.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian, terutama dalam menjaga ketersediaan bahan baku dan fasilitasi teknologi. Melalui ajang IFEX 2026 ini, HIMKI berkomitmen untuk terus mendorong inovasi desain dan penggunaan material ramah lingkungan,” ujar Abdul Sobur. (sumber)

