Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono: Deregulasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadikan Sektor Energi Magnet Investasi Dunia

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono: Deregulasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadikan Sektor Energi Magnet Investasi Dunia

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono menilai, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, berhasil menarik kepercayaan investor global melalui langkah deregulasi di sektor energi. Menurutnya, kepastian regulasi menjadi faktor kunci dalam menarik modal asing ke Indonesia.

Dave menyebut dalam dunia investasi global, kepastian jauh lebih berharga dibanding insentif fiskal semata. Investor besar, kata dia, lebih mempertimbangkan stabilitas kebijakan dan kemudahan birokrasi dibanding fluktuasi pasar.

“Nah di sinilah Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mampu memainkan peran krusialnya sebagai dirigen reformasi yang mengubah wajah sektor energi Indonesia. Alhasil menjadi magnet investasi dunia,” ujar Dave dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen, sektor energi harus menjadi lokomotif utama. Namun, percepatan tersebut tidak akan tercapai jika masih terhambat regulasi yang tumpang tindih dan proses perizinan berbelit.

Menurut Dave, langkah konkret Bahlil dalam memangkas aturan yang menghambat menjadi strategi penting membuka gerbang investasi. Deregulasi yang dilakukan tidak sekadar menyederhanakan aturan, tetapi juga menciptakan sistem yang lebih transparan dan kompetitif.

“Beliau tidak hanya memangkas jumlah aturan. Tetapi juga menciptakan sistem yang lebih transparan dan kompetitif,” ujarnya.

Dave menambahkan, langkah tersebut menjawab keluhan klasik investor mengenai biaya tinggi dan proses yang sulit diprediksi. Ia menila, Bahlil mampu mengidentifikasi bottleneck birokrasi dan menghapus hambatan yang selama ini mengganjal arus investasi.

“Hasilnya nyata. Kepercayaan investor global terhadap sektor hilirisasi mineral, migas, hingga petrokimia meningkat signifikan,” katanya.

Ia juga menyoroti pembangunan smelter, pengembangan sumur migas baru, serta infrastruktur energi sebagai bukti konkret investasi yang bergerak ke lapangan. Menurutnya, kepastian kebijakan membuat Indonesia kini dipandang sebagai destinasi investasi energi yang menjanjikan di kawasan Indo-Pasifik.

See also  Perbatasan Bolong! Anggota Komisi XIII DPR RI Umbu Kabunang Miris Lihat 600 KM Wilayah RI-Malaysia Tanpa Penjagaan

Selain deregulasi, Dave menilai, stabilitas politik di masa transisi kepemimpinan nasional turut memperkuat kepercayaan pasar. Bahlil dinilai, mampu menjaga konsistensi arah kebijakan energi sehingga tetap predictable bagi investor jangka panjang.

“Investor tidak hanya melihat Indonesia hari ini. Tetapi, juga sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan,” ucapnya.

Dave menyimpulkan, reformasi birokrasi di Kementerian ESDM telah membawa sektor energi Indonesia naik kelas. Ia menilai kemudahan investasi dan stabilitas kebijakan menjadi fondasi penting menuju kemandirian dan daya saing ekonomi nasional di tingkat global.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan, lambatnya perizinan menghambat investasi energi hijau. Karena itu, Kementerian ESDM menerapkan deregulasi untuk mempercepat proyek strategis.

Fokus percepatan diarahkan salah satunya pada proyek panas bumi sebagai energi terbarukan utama Indonesia. Bahlil menilai, sektor ini penting mendukung transisi energi bersih nasional.

Ia menjelaskan, durasi perizinan proyek geothermal sebelumnya bisa mencapai satu tahun. Kini proses tersebut dipangkas menjadi sekitar tiga bulan.

Langkah ini menjadi bagian percepatan investasi energi baru terbarukan. Kebijakan tersebut juga menjawab tantangan global menuju transisi energi bersih. (sumber)

CATEGORIES
TAGS
Share This