293 Ribu UMKM Kaltim Jadi Ujung Tombak Ekonomi, Menteri Maman: Jangan Biarkan Mereka Jalan Sendiri!

293 Ribu UMKM Kaltim Jadi Ujung Tombak Ekonomi, Menteri Maman: Jangan Biarkan Mereka Jalan Sendiri!

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menegaskan kemajuan ekonomi daerah sangat bergantung pada pergerakan sektor UMKM, karena sektor ini sebagai tulang punggung ekonomi lokal yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat bawah hingga ke pelosok daerah.

“Ketika UMKM di suatu wilayah tumbuh subur, roda ekonomi daerah tersebut akan berputar lebih cepat secara mandiri tanpa harus bergantung penuh pada pemerintah pusat,” ujar Menteri Maman saat membuka Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di Balikpapan, Rabu.

Menteri Maman menambahkan, syarat dasar kemajuan ekonomi wilayah adalah saat UMKM mampu bergerak, tumbuh, dan maju bersama lewat dukungan penuh pemerintah daerah.

Oleh karena itu, lanjutnya, adanya festival ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha mikro untuk naik kelas, memperkuat daya saing, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta menciptakan lapangan kerja baru.

“Hal penting adalah agar UMKM kita tidak berjalan sendiri, tetapi mendapatkan dukungan dan perlindungan untuk terus berkembang,” tegasnya.

Festival yang mengusung tema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi” ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 17–18 Juni 2026.

Perhelatan perdana ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Kewirausahaan dan UMKM yang dirancang khusus untuk mendukung Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Merespons hal tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen Kementerian UMKM.

Dukungan nyata yang dihadirkan dalam festival ini meliputi kemudahan legalitas usaha, fasilitasi sertifikasi halal, perlindungan merek dagang, perluasan akses pembiayaan, pendampingan, hingga penguatan kapasitas pelaku usaha.

Rudy Mas’ud, yang hadir didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim Syarifah Suraidah berharap intervensi regulasi dan fasilitas ini membawa dampak ekonomi yang signifikan secara langsung.

READ  Cegah Tanah Diserobot Tetangga, Menteri Nusron Wahid Ungkap Jurus Sederhana GEMAPATAS

“Semoga tidak hanya pelaku usahanya yang terus bertambah, tetapi juga omzetnya terus melonjak naik dan kesejahteraannya tumbuh pesat,” tutur Rudy.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga mengingatkan kembali sejarah yang membuktikan daya tahan sektor UMKM ini.

Saat krisis ekonomi melanda, banyak pengusaha besar goyah dan tumbang. Sebaliknya, pelaku UMKM tetap eksis, kokoh berdiri, dan berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas serta membangun kembali ekonomi bangsa.

Di Kalimantan Timur sendiri, para pelaku usaha terus menunjukkan semangat luar biasa lewat berbagai lini bisnis. Mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan (kriya), produk industri kreatif, hingga inovasi bisnis berbasis teknologi.

Berdasarkan data resmi per 31 Desember 2025, Provinsi Kalimantan Timur memiliki basis kekuatan ekonomi rakyat yang sangat besar dengan total 293.525 unit UMKM.

Struktur tersebut didominasi oleh Usaha Mikro sebanyak 291.947 unit (omzet hingga Rp2 miliar/tahun, Usaha Kecil sebanyak 1.298 dan Usaha Menengah sebanyak 280 unit.

Sebagai festival yang baru pertama kali diadakan pada tahun 2026 ini, Rudy berharap momentum tersebut menjadi titik balik bagi pelaku usaha di Benua Etam agar semakin terkoneksi, inovatif, dan siap bersaing di pasar nasional maupun global.

“Jangan takut berinovasi dan beradaptasi, karena UMKM yang kuat adalah UMKM yang terus belajar dan berkembang,” tegas Rudy Mas’ud.

CATEGORIES
TAGS
Share This