
Wisata Merah, Cara Tiongkok Perkenalkan Ideologi, Politik, dan Cinta Tanah Air
Menjadi salah satu dari 20 orang Delegasi Partai Golkar yang berangkat ke Tiongkok (China) pada tanggal 15-23 Juli 2026 yang diketuai Prof. Ali Mochtar Ngabalin dan Sekretaris Amriyati Amin adalah pengalaman yang berkesan, kami datang atas undangan dari IDCPC (International Department of the Communist Party of China). Dalam 8 hari kunjungan selain diperkenalkan perihal kebijakan, pembangunan, kemajuan ekonomi kami juga berkesempatan berkunjung ke tempat-tempat bersejarah.
Di antaranya, perjalanan dari kota Changsha, Shaoshan, Lanzhou dan Beijing selama di Tiongkok ada satu rangkaian wisata sejarah di kota Shaoshan dan Kota Beijing yang berkesan. Wisata Merah (Red Tourism) adalah rangkaian wisata sejarah tematik di Tiongkok yang mengajak para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk napak tilas ke tempat-tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan revolusi, terbentuknya Partai Komunis Tiongkok sampai dengan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Selain kedua kota tersebut ada juga beberapa kota lain yang termasuk dalam rangkaian Wisata Merah seperti kota Shanghai, Yan’an, Jiangxi dan Guizhou.
Di Kota Shaoshan destinasi pertama kami menuju Lapangan Patung Perunggu Mao Zedong (Mao Zedong Bronze Statue Square). Patung tersebut berdiri di lapangan diatas tembok tinggi berbentuk kotak yang menjadi pusat perhatian para wisatawan. Kami berjalan kaki sekitar 1-2 menit menuju destinasi kedua yaitu Museum Peringatan Shaoshan Mao Zedong (Shaoshan Mao Zedong Memorial Museum). Di dalam museum tersebut terdapat diorama, barang-barang pribadi, puisi-puisi, karya tulis Mao Zedong dan benda-benda bersejarah lainnya.
Selepas dari museum, kami berjalan kaki kembali menuju destinasi ketiga yaitu Rumah Masa Kecil Mao Zedong (Mao Zedong Former Residence). Rumah dengan tembok batu bata yang didepannya terdapat danau, sawah dengan pemandangan hijau yang asri adalah tempat Mao Zedong dilahirkan dan menghabiskan masa kecilnya sampai dengan usia 17 tahun.
Destinasi keempat Wisata Merah kami tidak berada di dalam satu komplek dengan ketiga destinasi diatas. Wisata selanjutnya adalah teater “The Most Memorable Shaoshan” (Yang Paling Berkesan di Shaoshan) adalah suatu Pengenalan Kegiatan Studi dan Penelitian Ideologi Politik yang berupa pementasan lebih dari 100 penari, artis dalam gerak dan tari dikemas dalam Panggung Matriks Cahaya Bayangan yang diklaim oleh pemerintah Tiongkok sebagai salah satu yang terbesar didunia. Pertunjukan tersebut menceritakan tentang keindahan Shaoshan, masa muda Mao Zedong, masa revolusi, perang saudara sampai dengan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.
Museum Partai Komunis Tiongkok (Museum of The Communist Party of China) di Beijing adalah destinasi terakhir Wisata Merah kami. Museum terdiri dan 4 lantai yang masing-masing lantai mempunyai tema tersendiri yang menggambarkan sejarah awal mula terbentuknya PKT, periode Mao Zedong, berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, periode Deng Xiaoping, periode Xi Jinping. Dimulai dari tahun 1921 hingga sekarang era Sosialisme dengan Karakteristik Tiongkok.
Dari 5 destinasi Wisata Merah yang sudah kami singgahi, saya terkesan dengan cara Pemerintah Tiongkok mengemas suatu rangkaian wisata sejarah tematik menjadi program wisata resmi dengan nama “Wisata Merah”. Penamaan program wisata sejarah tematik tersebut memiliki dampak positif. Salah satunya, munculnya rasa ketertarikan dan motivasi bagi wisatawan untuk mengunjungi dan melengkapi seluruh rangkaian destinasi wisata sejarah tematik yang ada. Hal tersebut dapat memberikan kepuasan pribadi dan rasa pencapaian, terutama bagi wisatawan yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan ingin memahami perjalanan suatu sejarah secara utuh dan menyeluruh.
Bagi warga Tiongkok sendiri, adanya metode pengenalan sejarah yang dikemas secara tematik seperti rangkaian Wisata Merah dapat memudahkan masyarakat dalam memahami nilai-nilai perjuangan yang melatar belakangi berdirinya Republik Rakyat Tiongkok sebagai tanah air mereka. Pemahaman sejarah tidak hanya diperoleh melalui buku atau media lainnya, tetapi juga melalui pengalaman langsung dengan mengunjungi monumen, museum, situs-situs bersejarah, serta menyaksikan pertunjukan teater yang mengangkat kisah dan perjalanan sejarah tersebut.
Sesampainya di tanah air, dengan kekayaan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari mulai zaman kerajaan sampai dengan kemerdekaan, saya berpikir alangkah baiknya jika Indonesia mempunyai program wisata sejarah tematik yang merupakan program resmi dari pemerintah Indonesia seperti Wisata Merah dengan harapan sejarah menjadi mudah dipahami secara lebih nyata dan mendalam sehingga tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, membangkitkan semangat patriotisme, serta menciptakan pengalaman perjalanan yang memiliki nilai edukatif dan emosional.
Eggie Oktia Sari, M.Kn.
Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM
DPD II Partai Golkar Kota Bogor
Anggota Pokja Bidang Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional DPP Partai Golkar (Golkarpedia)

