Update Harga BBM April 2026: Menteri Bahlil Pastikan Pasokan Bensin dan LPG Melampaui Standar

Update Harga BBM April 2026: Menteri Bahlil Pastikan Pasokan Bensin dan LPG Melampaui Standar

Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional berada dalam posisi yang sangat kuat menghadapi dinamika geopolitik global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa seluruh cadangan energi mulai dari bensin, solar, avtur, hingga LPG saat ini berada di atas standar minimum nasional.

Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen menjaga tarif BBM subsidi tetap stabil (flat) guna melindungi daya beli masyarakat luas.

RDMP Balikpapan dan B50: Kunci Kemandirian Energi

Bahlil memaparkan bahwa pengoperasian Kilang RDMP Balikpapan menjadi game changer dalam pemenuhan kebutuhan domestik. Kilang ini mampu memproduksi 5,6 juta kiloliter bensin dan 4,5 juta kiloliter solar, yang secara signifikan memangkas ketergantungan pada produk impor.

“Dengan implementasi B50, maka insya Allah tahun ini kita akan mengalami surplus untuk solar kita. Begitu RDMP di Kalimantan Timur sudah kita operasikan, ketahanan kita semakin kokoh,” ujar Bahlil. Dikutip dari CNBC

Diversifikasi Pasokan: Lepas dari Bayang-bayang Timur Tengah

Menjawab kekhawatiran dampak konflik di Timur Tengah, Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia telah berhasil mengamankan sumber pasokan alternatif. Meskipun porsi impor crude oil dari Timur Tengah berkisar 20%, kuota tersebut kini telah dialihkan ke negara lain.

  • LPG: Diimpor dari negara non-Timur Tengah, terutama Amerika Serikat.

  • Bensin: Kekurangan pasokan dipenuhi dari kawasan Asia Tenggara.

  • Solar: Menuju swasembada total melalui program biodiesel.

Kebijakan Harga dan Imbauan Konsumsi Bijak

Terkait BBM non-subsidi, Bahlil menyebutkan bahwa pemerintah masih melakukan pembahasan intensif dengan PT Pertamina (Persero) dan pengelola SPBU swasta. Hingga saat ini, belum ada penyesuaian harga demi menjaga stabilitas ekonomi.

Di sisi lain, Bahlil mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsi energi. Ia memberikan patokan batas wajar pembelian untuk kendaraan pribadi.

  • Kendaraan Pribadi: Disarankan sekitar 50 liter per hari.

  • Kendaraan Komersial (Truk/Bus): Mendapatkan pengecualian kuota sesuai kebutuhan operasional yang lebih besar.

READ  Indonesia Tampil di China, Menteri UMKM Maman Abdurrahman Fokus Ekosistem Pangan

“Insya Allah enggak perlu ada keraguan lagi, pengganti pasokan dari Middle East sudah kita dapatkan. Kami mohon masyarakat mengonsumsi secara wajar agar cadangan kita tetap terjaga dengan bijak,” tandas Bahlil.

CATEGORIES
TAGS
Share This