
Misi Perdamaian Berujung Duka, Ini Kata Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Ketiga prajurit tersebut menjadi korban ledakan yang terjadi di wilayah Lebanon Selatan dan diduga berasal dari serangan militer Israel.
“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya prajurit terbaik dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” ujar Sari dalam keterangannya di Jakarta.
Adapun tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Ketiganya merupakan bagian dari pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Insiden tragis ini terjadi dalam rangkaian serangan yang berlangsung selama sepekan. Serangan pertama terjadi pada 29 Maret 2026 di markas Kontingen Garuda TNI di Adchit al-Qusayr, yang menyebabkan satu prajurit gugur dan beberapa lainnya terluka.
Sehari berselang, serangan kedua kembali terjadi di Bani Hayyan, Lebanon Selatan, yang mengakibatkan dua prajurit gugur setelah kendaraan logistik yang mereka tumpangi terkena ledakan. Sementara itu, serangan ketiga pada 3 April 2026 di Pos UNIFIL El Adeisse kembali melukai sejumlah prajurit Indonesia.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para prajurit yang gugur. Pemerintah juga memastikan bahwa pengorbanan mereka tidak akan dilupakan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian Indonesia di wilayah konflik. DPR RI pun menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap pasukan perdamaian harus dikecam keras karena melanggar prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Selain itu, keluarga korban saat ini masih menunggu proses pemulangan jenazah ke tanah air. Pemerintah diharapkan dapat memastikan seluruh proses berjalan dengan lancar serta memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.

