
Menteri UMKM Maman Abdurrahman: Presiden Prabowo Tekankan Evaluasi Kinerja 2025 dan Arah Strategis 2026
Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan, Presiden Prabowo Subianto menekankan evaluasi kinerja sepanjang tahun 2025 sekaligus menetapkan arah dan capaian strategis tahun 2026.
Hal ini disampaikan melalui akun Instagram @kementerianumkm dikutip Rabu (7/1/2026), usai mengikuti taklimat atau retret Kabinet Merah Putih di Hambalang Bogor, Jawa Barat.
Menurut Maman, Presiden Prabowo menekankan pemerintah agar fokus pada penguatan swasembada pangan maupun energi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Fokus diarahkan pada penguatan swasembada pangan, swasembada energi, capaian produksi serta cadangan beras nasional, hingga perluasan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Menteri Maman.
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian UMKM terus mendorong keterlibatan pengusaha UMKM dalam rantai pasok program prioritas nasional agar pembangunan berjalan inklusif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
Adapun dalam retret yang dihadiri oleh seluruh anggota Kabinet Merah Putih itu, Presiden Prabowo memberikan arahan dan juga evaluasi program prioritas pemerintah. Prabowo meminta para menteri melaporkan langsung kendala dalam menjalankan program di lapangan untuk kemudian dibahas solusinya.
“Jadi kendala-kendala yang mungkin timbul di dalam pelaksanaan program-program prioritas di dalam retreat tadi disampaikan langsung oleh menteri-menteri terkait kepada Bapak Presiden dan langsung kemudian didiskusikan penyelesaian-penyelesaiannya,” kata Prasetyo di sela sela retret.
Dalam retret juga diputar sejumlah video capaian kerja, salah satunya pembangunan jembatan gantung untuk akses pelajar menuju sekolah.
“Dalam satu bulan terakhir, 11 jembatan gantung sudah selesai dibangun, 50 lainnya dalam proses. Total kebutuhan yang sangat urgen sekitar 6.900 jembatan akan terus dikejar pada 2026,” ujar Prasetyo
Dalam retret juga Presiden membahas program strategis nasional, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut saat ini telah menyasar 55 juta penerima manfaat melalui 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo menargetkan pada tahun ini jumlah penerima manfaat dan Jumlah SPPG meningkat signifikan.
“Target di tahun 2026 harus selesai kurang lebih nanti akan ada sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat,” katanya.
Selain itu disinggung pula program cek kesehatan gratis yang sudah mencapai angka 70 juta penerima manfaat selama 2025.
Adapun retret kabinet kali ini dimaknai sebagai sebuah pembekalan dari Presiden kepada seluruh jajaran kabinet yang dimulai dengan evaluasi seluruh program-program pemerintah untuk kemudian dilanjutkan pada tahun ini.

