Menteri ESDM Agus Gumiwang Sebut BUMN Tekstil Jadi Afirmasi Negara bagi Industri yang Tertekan

Menteri ESDM Agus Gumiwang Sebut BUMN Tekstil Jadi Afirmasi Negara bagi Industri yang Tertekan

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan rencana pemerintah yang akan membentuk BUMN khusus di sektor tekstil merupakan upaya untuk mengembangkan sektor tersebut dari hulu hingga hilir.

‎”Saya kira itu kan bagian dari pemerintah untuk mengembangkan industri tekstil dari hulu, intermediate sampai ke hilir,” kata dia ditemui di Jakarta, Selasa.

Penguatan industri tekstil tidak bisa dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, Menperin memandang perlu adanya peran negara untuk memastikan kesinambungan industri, mulai dari penyediaan bahan baku di sektor hulu, proses antara atau intermediate hingga produksi barang jadi di sektor hilir.

‎Menurutnya, kehadiran BUMN tekstil juga diharapkan menjadi bentuk afirmasi negara bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang selama ini menghadapi tekanan berat.

‎”Itu kan upaya pemerintah untuk menghidupkan, memberikan sebuah afirmatif pada industri tekstil dari mulai hulu, intermediate sampai hilir,” Tegas Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar ini.

‎Lebih lanjut, terkait kondisi perusahaan tekstil nasional, Menperin menyoroti pentingnya upaya penyelamatan terhadap pelaku industri strategis. Ia menilai, perusahaan seperti Sritex yang sebelumnya dinyatakan pailit, memiliki nilai strategis bagi industri.

‎‎”Jadi kalau bisa diselamatkan dengan konsep ownership yang berbeda, itu akan bagus,” katanya.

‎‎‎Lebih lanjut, Menperin menyampaikan dana sebesar Rp100 triliun yang disiapkan melalui Danantara diharapkan mampu memacu sektor tersebut.

‎‎“Tentu pemerintah berdasarkan arahan dari Pak Presiden, menyiapkan dana sebesar Rp100 triliun itu dengan harapan bisa mengisi kekosongan di sektor TPT, dari mulai hulu, intermediate sampai ke hilir,” kata Menperin.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan pemerintah tengah menyiapkan pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru khusus tekstil, setelah perusahaan raksasa tekstil Indonesia, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) mengalami pailit dan menutup kegiatan operasionalnya.

See also  Mendukbangga Wihaji Soroti Dampak Psikologis Korban Banjir Bandang Sumatera

‎Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan BUMN baru tersebut untuk fokus menangani masalah garmen dan tekstil melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.

‎”Berkaitan dengan kemarin kejadian yang menimpa PT Sritex. Jadi ini sedang proses, kita harapkan dalam waktu dekat semua proses sudah bisa diselesaikan sehingga PT Sritex bagaimana pun kita harus selamatkan dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan,” kata Prasetyo saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1). ‎

Guna mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah menyiapkan pendanaan sebesar 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun melalui BPI Danantara.

CATEGORIES
TAGS
Share This