Gempa NTT Rusak 87 Sekolah, Hetifah Desak Pemerintah Segera Pulihkan Fasilitas Pendidikan

Gempa NTT Rusak 87 Sekolah, Hetifah Desak Pemerintah Segera Pulihkan Fasilitas Pendidikan

PEMERINTAH didesak segera memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa bermagnitudo 7,7 di NTT.

Berdasarkan data sementara BNPB hingga Sabtu (15/8/2026) sore, sebanyak 87 satuan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA/SMK terdampak.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan pemetaan kondisi sekolah, guru, dan peserta didik harus dilakukan cepat dan akurat.

“Kerusakan sekolah harus segera dipetakan secara menyeluruh, termasuk kondisi bangunan, sarana pembelajaran, guru, dan peserta didik. Data yang akurat sangat penting agar penanganan tidak terlambat dan bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan,” ujar Hetifah dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Komisi X mendorong Kemendikdasmen mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah. Selama proses pemulihan, pemerintah juga diminta menyediakan ruang belajar darurat dan dukungan psikososial bagi anak-anak di lokasi pengungsian.

“Akses pendidikan tidak boleh terputus karena sekolah rusak atau lokasinya jauh dari tempat pengungsian. Anak-anak tetap harus mendapatkan ruang yang aman untuk belajar dan bermain selama proses pemulihan berlangsung,” tegasnya, dikutip dari RMOL.

Hetifah juga meminta pemulihan tidak hanya menyasar bangunan, tetapi mencakup meja, kursi, perangkat pembelajaran, fasilitas pendukung, serta kebutuhan peserta didik terdampak.

“Kita jangan hanya membangun kembali bangunan sekolahnya. Perangkat pembelajaran dan kebutuhan siswa juga harus dipastikan tersedia,” kata Hetifah.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari. Gempa berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. []

READ  Daniel Mutaqien Dorong Petani Indramayu Manfaatkan Informasi BMKG untuk Tentukan Waktu Tanam
CATEGORIES
TAGS
Share This