Wamendag Dyah Roro Esti Genjot Pasar Global UMKM Lewat Pelayaran Internasional

Wamendag Dyah Roro Esti Genjot Pasar Global UMKM Lewat Pelayaran Internasional

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mendorong perluasan pasar ekspor bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui strategi diplomasi perdagangan yang dilakukan lewat pelayaran KRI Bima Suci milik TNI Angkatan Laut.

Menurutnya, pelayaran muhibah tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia ke pasar internasional sekaligus membuka peluang kerja sama baru dengan berbagai negara.

“Pelayaran ini bukan sekadar misi pelayaran, tetapi juga menjadi sarana diplomasi ekonomi untuk memperkenalkan produk nasional ke dunia,” ujar Dyah Roro Esti dalam keterangannya di Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Kartika Jala Krida 2026” yang akan berlangsung selama 197 hari dan melintasi sejumlah negara, seperti Singapura, Sri Lanka, Tiongkok, Jepang, hingga Rusia.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian Perdagangan turut menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi ketat agar memenuhi standar pasar global.

Tak hanya itu, Kemendag juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari seleksi produk hingga kesiapan ekspor, agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Partisipasi UMKM dalam pelayaran ini diharapkan mampu meningkatkan eksposur produk Indonesia di hadapan perwakilan diplomatik dari 26 negara yang terlibat.

Selain dipamerkan saat kegiatan pelepasan di Jakarta, produk-produk UMKM tersebut juga akan dibawa selama pelayaran dan dipromosikan di berbagai negara tujuan.

Dyah Roro Esti optimistis, interaksi langsung dengan berbagai negara akan membuka peluang kerja sama perdagangan yang lebih luas dan mempercepat penetrasi produk Indonesia ke pasar global.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong ekspor nasional. Kolaborasi antara TNI AL dan Kementerian Perdagangan dinilai menjadi contoh konkret bagaimana diplomasi tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, pemerintah akan terus memanfaatkan berbagai platform diplomasi perdagangan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

CATEGORIES
TAGS
Share This